Sunday, July 12, 2015

Cara Shut Down Otomatis di Windows 7

Membuat Automatic Shutdown di Windows 7

Ide tulisan tentang "Bagaimana cara membuat automatic shutdown di windows 7" ini berawal ketika penulis harus meninggalkan komputer, padahal saat itu komputer sedang "nanggung" mendownload file yang cukup besar. Setelah melihat estimasi waktu download sekitar 40 menit lagi, maka penulis putuskan untuk membuat scheduled task yang berfungsi untuk mematikan komputer secara otomatis 1 jam dari sekarang.
Bagi temen-temen yang tertarik ingin mengetahui bagaimana caranya membuat automatic shutdown pada windows 7 sehingga dapat mematikan komputer secara otomatis pada waktu yang telah kita tentukan, berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Buka jendela Task Scheduler
o Klik Start, pilih All Program, pilih Accessories, pilih System Tools kemudian klik Task Scheduler.
o atau bisa juga dengan klik Start, ketik: Taskschd.msc pada kotak Search programs and files


2. Klik Create Basic Task, berikan nama dan deskripsi untuk task tersebut, misalnya dengan nama "Membuat Automatic Shutdown Windows 7". Klik Next untuk melanjutkan.
3. Pada menu Task Trigger, tentukan kapan task (pekerjaan) tersebut akan dieksekusi, misalnya harian, mingguan dan yang lainnya. Karena saya hanya akan menjalankanAutomatic Shutdown ini cuma sekali, maka saya pilih One Time.
4. Selanjutnya tentukan waktu (tanggal dan jam) kapan trigger (pemicu) tersebut akan dijalankan. Kalo sudah selesai klik Next.
5. Selanjutnya pada menu Action, tentukan apa yang akan dijalankan oleh task tersebut pada waktu yang telah kita tentukan. Disini kita pilih Start a program. Klik Next.
6. Selanjutnya pada Program/script pilih program shutdown.exe atau ketik:C:\Windows\System32\shutdown.exe /s.


7. Selanjutnya Klik Finish.
Mungkin itulah tutorial singkat tentang cara Membuat Automatic Shutdown pada komputer yang menggunakan Windows 7. Sebagai catatan jangan lupa untuk menambahkan argument /yang merupakan perintah agar program shutdown.exe harus mematikan komputer.

Tuesday, April 28, 2015

Kandas - Evie Tamala

video


Sekian lama kucari dirimu kasih
dari waktu ke waktu kucari
hingga putus asa diri ini

Dan betapa kusesali yang telah terjadi
kekasih yang paling kucintai kini terluka hati

* Bila tiada mendalam
* Cinta dan kerinduan
* tak kan terlalu dalam luka yang kurasakan

Sekian lama kucari dirimu kasih
dari waktu ke waktu kucari
hingga putus asa diri ini

Dan betapa kusesali yang telah terjadi
kekasih yang paling kucintai kini terluka hati

telah terlarang kita untuk saling mencinta
* Bila tiada mendalam
* Cinta dan kerinduan
* tak kan terlalu dalam luka yang kurasakan

bila saja kutahu bahwa kesetiaanmu begitu dalam padaku
takkan aku mengingkari janjiku

* Sesal kian mendera
* akhir sudah cerita kini kau telah berdua
* itu kenyataannya

bila saja kutahu bahwa kesetiaanmu begitu dalam padaku
takkan aku mengingkari janjiku

Monday, April 27, 2015

Indonesia Siaga PKI


Jejak Langkah Kebangkitan PKI

Bahwa 118 dari anggota DPR kita adalah penganut komunis sudah ramai dibicarakan, salah satunya adalah Ribka Tjiptaning yang menjuluki dirinya sendiri sebagai "Anak PKI" Budiman Sujatmiko, pendiri sekaligus mantan ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD). Bahwa PRD sendiri sesuai catatan sejarah merupakan sebuah partai dengan ideologi komunis radikal yang meniru pendahulunya, Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam melakukan teror massa dan propaganda secara agitatif terhadap lawannya, dalam hal ini Orde Baru.

Tapi bukankah PKI sudah dibubarkan, dan selama orde baru komunisme beserta marxisme sudah terlarang untuk diajarkan di Indonesia, lantas bagaimana mungkin kaum komunis tetap mampu melahirkan bibit-bibit komunis baru, dan akhirnya mengembalikan PKI dalam wujud baru, yaitu PRD. Bagaimana mereka melakukannya? Bagaimana mereka menumbuhkan komunisme yang sudah mati di kalangan generasi baru?

Kuncinya adalah orang-orang binaan Njoto, Ketua Departemen Propaganda dan Agitasi PKI, yang utamanya kebanyakan terdiri dari budayawan dan seniman mantan Lekra yang memiliki talenta luar biasa untuk melakukan propaganda. Lekra sendiri sangat berjasa mengembalikan kejayaan PKI yang sempat jatuh karena pemberontakan di Madiun tahun 1948.

Bisa dikatakan bahwa kebangkitan PKI dan komunis Indonesia sudah dimulai sejak dilepaskannya wakil Njoto yang membantunya melakukan berbagai propaganda, yaitu Carmel Budiardjo, warga negara Inggris yang sesampainya di Inggris segera mendirikan ormas anti Indonesia bernama TAPOL yang tujuannya menghancurkan kredibilitas Indonesia di luar negeri dengan isu hak asasi manusia dan G30S/PKI, dan selanjutnya membangkitkan komunisme kembali di Indonesia.

Tujuan TAPOL membangunkan komunisme di Indonesia semakin dipermudah dengan dilepaskannya tahanan-tahanan PKI dari Pulau Buru pada tahun 1979, yang tiga di antaranya yaitu Hasjim Rachman, Joesoef Isak, dan Pramoedya Ananta Toer mendirikan perusahaan penerbit bernama Hasta Mitra tahun 1980, yang pada awalnya menampung dua puluh tahanan PKI lain. Hasta Mitra kebanyakan menerbitkan buku-buku buah pikiran Pramoedya Ananta Toer, yang tentu saja langsung dilarang oleh rezim Orde Baru karena isinya mempromosikan komunisme.

Dalam hal ini pelarangan yang dilakukan Orde Baru justru membangkitkan rasa penasaran akan isinya dan karena itu secara tidak langsung menyebabkan buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer semakin dicari dan menyebar melalui fotokopi melalui sebagian generasi muda terutama kalangan yang pikirannya sudah diracuni oleh LBH Jakarta bahwa Rezim Orde Baru sangat buruk, otoriter dan korup sehingga perlu dihancurkan.

Daripada itu, talenta menulis Pramoedya Ananta Toer memang luar biasa dan memiliki daya magis tersendiri, sehingga para pembacanya yang tidak pernah mendengar bagaimana dia dengan Lekranya menghancurkan dan menjebol lawan-lawan PKI yang tidak mau menjadi komunis, justru menjadi bersimpati dengan sastrawan sepuh dengan talenta tinggi namun menjadi "korban" rezim otoriter yang menghalangi kebebasan berbicara.

Rasa simpati kepada Pram, panggilan pendek Pramoedya Ananta Toer segera menjadi rasa simpati kepada komunis dan gerakan kiri yang di pikiran para mahasiswa anti kemapanan di waktu itu diasosiasikan dengan Pram, yaitu sebagai Soekarnois yang mengamalkan Nasakom, ajaran agung Soekarno namun menjadi korban Orde Baru yang anti komunis dan telah membuat berbagai tipu daya agar masyarakat Indonesia menjadi komunis. Karena itu ciri-ciri komunis gaya baru selain tentu saja mengamalkan prinsip komunisme, juga adalah Soekarnois.

Salah satu mahasiswa yang menjadi korban cuci otak buku-buku terbitan Hasta Mitra tersebut adalah Budiman Soejatmiko yang waktu itu masih kuliah di UGM, yang kemudian mendeklarasikan PRD tahun 1996 di kantor YLBHI dengan membagikan penghargaan kepada beberapa "tokoh demokrasi" namun memiliki kecenderungan bersimpati kepada komunisme, seperti Goenawan Mohamad dan Pramoedya Ananta Toer. Kita semua ingat bahwa PRD yang dipimpin Budiman Soejatmiko waktu itu sangat radikal dan melakukan pengeboman di mana-mana menggunakan dana dari CSIS, sebuah lembaga think tank yang disingkirkan orde baru. Ketika dipenjara karena kekerasan yang dilakukan PRD, bukannya menyesal, Budiman Soejatmiko justru merasa bangga karena khayalannya untuk mengikuti jalan Soekarno terpenuhi.

PRD pada akhirnya memang menjadi motor penggerak berbagai demonstrasi anti pemerintah dengan agitasi-agitasi yang mengerikan, dan berhasil menurunkan Soeharto. Namun mereka kalah dengan cukup telak pada saat pemilu tahun 1999 sehingga membuktikan bahwa mereka sebenarnya tidak dikenal oleh rakyat padahal dalam setiap agitasinya selalu mengatasnamakan rakyat Indonesia. Persis seperti PKI yang pada masa jayanya membawa nama rakyat dalam aksi mereka akan tetapi pada akhirnya justru ditinggalkan oleh rakyat.

Walaupun gagal menguasai Indonesia, namun PRD alias PKI baru telah berhasil mengganti rezim anti komunis menjadi rezim yang terlalu takut untuk menjaga negara ini dari rongrongan ideologi jahat dari luar dan karena itu menciptakan pra kondisi yang tepat supaya para "penginjil" komunis yang telah dimatangkan sejak mahasiswa bisa bebas menyelinap masuk ke berbagai lingkungan masyarakat dan mengkampanyekan komunisme itu baik dan orba itu jahat. Tidak heran, setahun setelah Soeharto turun jabatan, Pramoedya Ananta Toer, sosok anti demokrasi dan kebebasan berbicara pada masa orde lama yang pengaruhnya telah melahirkan PRD masuk dan resmi menjadi anggota PRD.

Saat ini orang-orang PRD sendiri sudah banyak yang menyusup ke berbagai partai politik dan lembaga sosial masyarakat untuk menyebar komunisme dari dalam.

Setelah Soeharto tumbang, apakah para eks Lekra, propagandis berkualitas cabe tua yang kenyang makan asam garam berhenti bergerak membersihkan nama komunisme, PKI dan onderbouw PKI? Tidak, mereka justru semakin gencar melemparkan teori spekulatif terkait G30S/PKI yang tidak didukung bukti sambil terus menggencarkan bahwa "jutaan komunis menjadi korban tentara", misalnya buku John Rossa berjudul Pretext to Mass Killing yang penulisannya "dibantu" para komunis, dan kemudian ketika di Indonesia diterjemahkan oleh mantan Lekra, Hersri Setiawan dan diterbitkan oleh Hasta Mitra, perusahaan penerbit milik para komunis yang dilepaskan dari pulau Buru.

Tentu kita juga tidak bisa lupa peran TAPOL yang sampai hari ini masih mendiskriditkan Indonesia dengan HAM, dan karena bahan baru pelanggaran HAM Indonesia semakin sedikit maka mereka beberapa tahun terakhir mulai mendaur ulang cerita-cerita pelanggaran HAM di Aceh masa DOM, di Timor Leste dan sesekali memprovokasi Papua. Di antara cerita daur ulang tersebut, yang menjadi favorit TAPOL jelas adalah "pembantaian terhadap PKI", dan terakhir mereka mendanai pembuatan dan penyebaran film propaganda yang disamarkan sebagai dokumenter berjudul "The Act of Killing."

Tentu tidak semua komunis baru Indonesia adalah radikal seperti Budiman Soejatmiko atau barisan sakit hati seperti Carmel Budiardjo, Goenawan Mohamad dan pasukan pulau Buru, ada juga yang lebih moderat dan justru lebih berbahaya dan efektif dalam menyebarkan komunisme seperti propagandis komunis merangkap sejarahwan, JJ Rizal dengan penerbit Komunitas Bambunya.

* Ditulis Oleh : Hendra Shah (Kompasiana)
** Sumber gambar : Panjimas

Wednesday, April 1, 2015

Dewan Kehormatan Kaum Gay mendukung Pembungkaman Media Islam

dakwatuna.com – Jakarta.  

Tudingan bahwa situs-situs Islam lebih berbahaya daripada pornografi datang dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari.
Situs-situs Islam itu menurutnya, “Sama bahayanya dengan situs pornografi karena berdampak pada kerusakan jiwa terutama generasi muda kita. Tetapi yang lebih bahaya adalah dampak tindakannya yang mendatangkan kerusakan yang luas dan bahkan penghilangan nyawa banyak orang.”
“Karena berdampak pada kerusakan jiwa para generasi muda,” kata anggota  Komisi III DPR dalam rilisnya.
Ia mendesak Menkominfo untuk memblokir situs-situs Islam pro-jihad. Desakan ini, menyusul insiden bom panci di Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat.  Ia menduga, pelaku mendapat ide dari situs Inspire Magazine Al Qaidah, yang mengajarkan pembuatan bom panci pakai pressure cooker.
“Hal yang juga telah menginspirasi pelaku bom Boston marathon,” tuding anggota Kehormatan Waria ini.
Ia mengatakan, situs-situs tersebut sudah meresahkan masyarakat dan aktivis-aktivis anti-kekerasan karena mengajarkan radikalisme.
“PDI Perjuangan sangat berharap agar Menkominfo menutup situs-situs yang sudah meresahkan masyarakat dan aktivitas-aktivitas anti kekerasan karena mengajarkan radikalisme seperti situs-situs Al-busroh.com; Arrahmah.com; VOI-Voice of Islam; jihat.com; tauhid wal jihad, yang mendorong apa yang disebut self-radicalism (radikalisme sukarela) dan mengantar seseorang mengambil tindakan radikal termasuk membuat bom,” katanya dalam rilis persnya. (fimadani/sbb/dakwatuna)

Eva Sundari adalah anggota kehormatan WARIA

Redaktur: Saiful Bahri

NB:
bagi sahabat yang tetap ingin akses situ uyang diblokir berikut caranya:
Komputer/HP Android Anda tidak bisa buka situs-situs berita Islam yang sedang diblokir?

Situs-situs tersebut hakikatnya tidak ditutup, tapi hanya diblokir oleh operator penyedia layanan internet (ISP) akibatnya akses masyarakat ke situs-situs tersebut diblokir sehingga situs-situs tersebut tidak bisa diakses.

Bagaimana solusinya?

(1) Android  

Silahkan install aplikasi VPN Master (Free unblock proxy) di HP Android
Anda cukup dengan klik link berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=free.vpn.unblock.proxy.vpnmaster

Setelah terinstall,

1. Jalankan aplikasi.
2. Tekan tombol lingkaran yang bertuliskan "Touch to connect"
3. Centang kotak disebelah tulisan "Saya mempercayai aplikasi ini."
4. Tekan tombol OK.
5. Ditunggu hingga proses setting selesai.
6. Tombol lingkaran berubah tulisan menjadi "Connected".
7. Keluar dari aplikasi dan pastikan di bagian atas layar Android Anda
ada gambar kunci.
8. Silahkan dibuka lagi situs-situs berita Islam yang diblokir.

(2) Komputer Windows/Linux

Bagi pengguna komputer Windows atau Linux silahkan download "Tor Browser" di: https://www.torproject.org

Tinggal download saja dan diekstrak, tanpa harus diinstall.

Wednesday, March 25, 2015

SELAMATAN KEMATIAN ADALAH BID'AH

TAHLILAN (SELAMATAN KEMATIAN ) ADALAH BID’AH MUNKAR DENGAN IJMA’ PARA SHAHABAT DAN SELURUH ULAMA ISLAM

Tulisan ini bersumber dari : http://almanhaj.or.id/content/2272/slash/0/tahlilan-selamatan-kematian-adalah-bidah-munkar-dengan-ijma-para-shahabat-dan-seluruh-ulama-islam/

Saya merasa perlu menuliskan ini kembali sebagai catatan dan perbendaharaan ilmu buat saya dan untuk mengenang berpulangnya Abah Jaka Suprana. Selamat jalan Abah, Semoga amal ibadahnya di terima disisi_NYA. Amin

"Dari Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata : "Kami (yakni para shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap"
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini atau atsar di atas dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (No. 1612 dan ini adalah lafadzhnya) dan Imam Ahmad di musnadnya (2/204 dan riwayat yang kedua bersama tambahannya keduanya adalah dari riwayat beliau), dari jalan Ismail bin Abi Khalid dari Qais bin Abi Hazim dari Jarir sebagaimana tersebut di atas. Saya berkata : Sanad Hadits ini shahih dan rawi-rawinya semuanya tsiqat (dapat dipercaya ) atas syarat Bukhari dan Muslim. Dan hadits atau atsar ini telah dishahihkan oleh jama’ah para Ulama yakni para Ulama Islam telah ijma/sepakat tentang hadits atau atsar di atas dalam beberapa hal. Pertama : Mereka ijma' atas keshahihan hadits tersebut dan tidak ada seorang pun Ulama -sepanjang yang diketahui penulis- wallahu a’lam yang mendloifkan hadits ini. Dan ini disebabkan seluruh rawi yang ada di sanad hadits ini –sebagaimana saya katakan dimuka- tsiqoh dan termasuk rawi-rawi yang dipakai oleh Imam Bukhari dan Muslim. Kedua : Mereka ijma' dalam menerima hadits atau atsar dari ijma' para shahabat yang diterangkan oleh Jarir bin Abdullah. Yakni tidak ada seorangpun Ulama yang menolak atsar ini. Yang saya maksud dengan penerimaan (qobul) para Ulama ini ialah mereka menetapkan adanya ijma’ para shahabat dalam masalah ini dan tidak ada seorangpun di antara mereka yang menyalahinya. Ketiga : Mereka ijma' dalam mengamalkan hadits atau atsar diatas. Mereka dari zaman shahabat sampai zaman kita sekarang ini senantiasa melarang dan mengharamkan apa yang telah di ijma'kan oleh para shahabat yaitu berkumpul-kumpul ditempat atau rumah ahli mayit yang biasa kita kenal di negeri kita ini dengan nama " Selamatan Kematian atau Tahlilan".

 LUGHOTUL HADITS
1. كُنَا نَعُدُّ / كُنَّا نَرَى = Kami memandang/menganggap. Maknanya : Menurut madzhab kami para shahabat semuanya bahwa berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit dan membuatkan makanan termasuk dari bagian meratap. Ini menunjukkan telah terjadi ijma’/kesepakatan para shahabat dalam masalah ini. Sedangkan ijma’ para shahabat menjadi dasar hukum Islam yang ketiga setelah Al-Qur’an dan Sunnah dengan kesepakatan para Ulama Islam seluruhnya.
 2. اْلاِجْتِمَاع اِلَى أَهلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ = Berkumpul-kumpul di tempat atau di rumah ahli mayit dan membuatkan makanan yang kemudian mereka makan bersama-sama
3. بَعْدَ دَفْنِهِi = Sesudah mayit itu ditanam/dikubur. Lafadz ini adalah tambahan dari riwayat Imam Ahmad. Keterangan di atas tidak menunjukkan bolehnya makan-makan di rumah ahli mayit “sebelum dikubur”!?. Akan tetapi yang dimaksud ialah ingin menjelaskan kebiasaan yang terjadi mereka makan-makan di rumah ahli mayit sesudah mayit itu dikubur.
4. مِنَ الْنِّيَاحَةِ = Termasuk dari meratapi mayit Ini menunjukkan bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit atau yang kita kenal di sini dengan nama “selamatan kematian/tahlilan” adalah hukumnya haram berdasarkan madzhab dan ijma’ para sahabat karena mereka telah memasukkan ke dalam bagian meratap sedangkan merapat adalah dosa besar.

SYARAH HADITS
Hadits ini atau atsar di atas memberikan hukum dan pelajaran yang tinggi kepada kita bahwa : Berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan makan-makan di situ (ini yang biasa terjadi) termasuk bid’ah munkar (haram hukumnya). Dan akan bertambah lagi bid’ahnya apabila di situ diadakan upacara yang biasa kita kenal di sini dengan nama “selamatan kematian/tahlilan pada hari pertama dan seterusnya”. Hukum diatas berdasarkan ijma’ para shahabat yang telah memasukkan perbuatan tersebut kedalam bagian meratap. Sedangkan meratapi mayit hukumnya haram (dosa) bahkan dosa besar dan termasuk salah satu adat jahiliyyah.

FATWA PARA ULAMA ISLAM DAN IJMA’ MEREKA DALAM MASALAH INI
Apabila para shahabat telah ijma’ tentang sesuatu masalah seperti masalah yang sedang kita bahas ini, maka para tabi’in dan tabi’ut-tabi’in dan termasuk di dalamnya Imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’iy dan Ahmad) dan seluruh Ulama Islam dari zaman ke zamanpun mengikuti ijma’nya para sahabat yaitu berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan makan-makan di situ adalah haram dan termasuk dari adat/kebiasaan jahiliyyah. Oleh karena itu, agar supaya para pembaca yang terhormat mengetahui atas dasar ilmu dan hujjah yang kuat, maka di bawah ini saya turunkan sejumlah fatwa para Ulama Islam dan Ijma’ mereka dalam masalah “selamatan kematian”.

  1. Telah berkata Imamnya para Ulama, mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela Sunnah. Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318). “Aku benci al ma'tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan"[1] Perkataan imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa dita'wil atau ditafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa beliau dengan tegas mengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan ?" 
  2. Telah berkata Imam Ibnu Qudamah, di kitabnya Al Mughni (Juz 3 halaman 496-497 cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki ) : “Adapun ahli mayit membuatkan makanan untuk orang banyak maka itu satu hal yang dibenci ( haram ). Karena akan menambah kesusahan diatas musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka [2] dan menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyyah. Dan telah diriwayatkan bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar. Lalu Umar bertanya,.Apakah mayit kamu diratapi ?" Jawab Jarir, "Tidak!" Umar bertanya lagi, "Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuat makanan? Jawab Jarir, " Ya !" Berkata Umar, " Itulah ratapan !" 
  3. Telah berkata Syaikh Ahmad Abdurrahman Al Banna, di kitabnya : Fathurrabbani tartib musnad Imam Ahmad bin Hambal ( 8/95-96) : "Telah sepakat imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad) atas tidak disukainya ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak yang mana mereka berkumpul disitu berdalil dengan hadits Jarir bin Abdullah. Dan zhahirnya adalah HARAM karena meratapi mayit hukumnya haram, sedangkan para Shahabat telah memasukkannya (yakni berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit) bagian dari meratap dan dia itu (jelas) haram. Dan diantara faedah hadits Jarir ialah tidak diperbolehkannya berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit dengan alasan ta'ziyah /melayat sebagaimana dikerjakan orang sekarang ini. Telah berkata An Nawawi rahimahullah : Adapun duduk-duduk (dirumah ahli mayit ) dengan alasan untuk ta'ziyah telah dijelaskan oleh Imam Syafi'i dan pengarang kitab Al Muhadzdzab dan kawan-kawan semadzhab atas dibencinya (perbuatan tersebut).... Kemudian Nawawi menjelaskan lagi, " Telah berkata pengarang kitab Al Muhadzdzab : “Dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit ) dengan alasan untuk ta'ziyah. Karena sesungguhnya yang demikian itu adalah muhdats (hal yang baru yang tidak ada keterangan dari Agama), sedang muhdats adalah " Bid'ah." Kemudian Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna di akhir syarahnya atas hadits Jarir menegaskan : “Maka, apa yang biasa dikerjakan oleh kebanyakan orang sekarang ini yaitu berkumpul-kumpul (di tempat ahli mayit) dengan alasan ta’ziyah dan mengadakan penyembelihan, menyediakan makanan, memasang tenda dan lain-lain dari pemborosan harta yang banyak dalam seluruh urusan yang bid’ah ini mereka tidak maksudkan kecuali untuk bermegah-megah dan pamer supaya orang-orang memujinya bahwa si fulan telah mengerjakan ini dan itu dan menginfakkan hartanya untuk tahlilan bapak-nya. Semuanya itu adalah HARAM menyalahi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Salafush shalih dari para shahabat dan tabi’in dan tidak pernah diucapkan oleh seorangpun juga dari Imam-imam Agama (kita). Kita memohon kepada Allah keselamatan !” 
  4. Al Imam An Nawawi, dikitabnya Al Majmu' Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah menjelaskan tentang bid'ahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan dirumah ahli mayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy -Syaamil dan lain-lain Ulama dan beliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih. Dan hal inipun beliau tegaskan di kitab beliau “Raudlotuth Tholibin (2/145). 
  5. Telah berkata Al Imam Asy Syairoziy, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu' Syarah Muhadzdzab : "Tidak disukai /dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit) dengan alasan untuk Ta'ziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah " Bid'ah ". Dan Imam Nawawi menyetujuinya bahwa perbatan tersebut bid’ah. [Baca ; Al-Majmu’ syarah muhadzdzab juz. 5 halaman 305-306] 
  6. Al Imam Ibnul Humam Al Hanafi, di kitabnya Fathul Qadir (2/142) dengan tegas dan terang menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah " Bid'ah Yang Jelek". Beliau berdalil dengan hadits Jarir yang beliau katakan shahih. 
  7. Al Imam Ibnul Qayyim, di kitabnya Zaadul Ma'aad (I/527-528) menegaskan bahwa berkumpul-kumpul (dirumah ahli mayit) dengan alasan untuk ta'ziyah dan membacakan Qur'an untuk mayit adalah " Bid'ah " yang tidak ada petunjuknya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
  8. Al Imam Asy Syaukani, dikitabnya Nailul Authar (4/148) menegaskan bahwa hal tersebut Menyalahi Sunnah. 
  9. Berkata penulis kitab ‘Al-Fiqhul Islamiy” (2/549) : “Adapaun ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak maka hal tersebut dibenci dan Bid’ah yang tidak ada asalnya. Karena akan menambah musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai (tasyabbuh) perbuatan orang-orang jahiliyyah”. 
  10. Al Imam Ahmad bin Hambal, ketika ditanya tentang masalah ini beliau menjawab : "Dibuatkan makanan untuk mereka (ahli mayit ) dan tidaklah mereka (ahli mayit ) membuatkan makanan untuk para penta'ziyah." [Masaa-il Imam Ahmad bin Hambal oleh Imam Abu Dawud hal. 139] 
  11. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, " Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit dan mengirimnya kepada mereka. Akan tetapi tidak disukai mereka membuat makanan untuk para penta'ziyah. Demikian menurut madzhab Ahmad dan lain-lain." [Al Ikhtiyaaraat Fiqhiyyah hal.93] 
  12. Berkata Al Imam Al Ghazali, dikitabnya Al Wajiz Fighi Al Imam Asy Syafi'i (I/79), " Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit." KESIMPULAN. Pertama : Bahwa berkumpul-kumpul ditempat ahli mayit hukumnya adalah BID'AH dengan kesepakatan para Shahabat dan seluruh imam dan ulama' termasuk didalamnya imam empat. Kedua : Akan bertambah bid'ahnya apabila ahli mayit membuatkan makanan untuk para penta'ziyah. Ketiga : Akan lebih bertambah lagi bid'ahnya apabila disitu diadakan tahlilan pada hari pertama dan seterusnya. Keempat : Perbuatan yang mulia dan terpuji menurut SUNNAH NABI Shallallahu ‘alaihi wa sallam kaum kerabat /sanak famili dan para jiran/tetangga memberikan makanan untuk ahli mayit yang sekiranya dapat mengenyangkan mereka untuk mereka makan sehari semalam. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Ja'far bin Abi Thalib wafat. "Buatlah makanan untuk keluarga Ja'far ! Karena sesungguhnya telah datang kepada mereka apa yang menyibukakan mereka (yakni musibah kematian)." [Hadits Shahih, riwayat Imam Asy Syafi'i ( I/317), Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad (I/205)] Hal inilah yang disukai oleh para ulama kita seperti Syafi’iy dan lain-lain (bacalah keterangan mereka di kitab-kitab yang kami turunkan di atas). Berkata Imam Syafi’iy : “Aku menyukai bagi para tetangga mayit dan sanak familinya membuat makanan untuk ahli mayit pada hari kematiannya dan malam harinya yang sekiranya dapat mengenyangkan mereka, karena sesungguhnya yang demikian adalah (mengikuti) SUNNAH (Nabi).... “ [Al-Um I/317] Kemudian beliau membawakan hadits Ja’far di atas. [Disalin dari buku Hukum Tahlilan (Selamatan Kematian) Menurut Empat Madzhab dan Hukum Membaca Al-Qur’an Untuk Mayit Bersama Imam Syafi’iy, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat (Abu Unaisah), Penerbit Tasjilat Al-Ikhlas, Cetakan Pertama 1422/2001M] 

_______
Footnote
[1]. Ini yang biasa terjadi dan Imam Syafi'i menerangkan menurut kebiasaan yaitu akan memperbaharui kesedihan. Ini tidak berarti kalau tidak sedih boleh dilakukan. Sama sekali tidak ! Perkataan Imam Syafi'i diatas tidak menerima pemahaman terbalik atau mafhum mukhalafah.
[2]. Perkataan ini seperti di atas yaitu menuruti kebiasaannya selamatan kematian itu menyusahkan dan menyibukkan. Tidak berarti boleh apabila tidak menyusahkan dan tidak menyibukkan! Ambillah contoh firman Allah did alam surat An-Nur ayat 33 : ”Janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi”. Apakah boleh kita menyuruh budak perempuan kita untuk melacur apabila mereka menginginkannya?! Tentu tidak!

Wednesday, December 31, 2014

Love Is Chemistry (Anita Siallagan)


BUKANKAH ORBITAL ITU TINGKATAN ENERGI ATOM? TAK SENGAJA AKU MENGINGATMU. OUWH...... TERNYATA KITA MEMENDAM AMARAH YANG SAMA. KUCOBA NYALAKAN LAPTOP DAN MENYAPAMU LEWAT SKYPE. AH JANGAN!!!, PEKIKKU DALAM HATI. TIDURKU TERGANGU, TERMASUK ENDHORPHINE. SIALLL....

“CINTA BISA MENEMPATI SEGALA RUANG: ERLENMEYER, TABUNG REAKSI, LABU DESTILASI, BURET, PIPET VOLUM, GELAS BEAKER, BAHKAN MENEMPEL PADA BENDA SETIPIS OBJEK GLASS. CINTA BISA MENGINFEKSI SIAPA SAJA, BAHKAN PADA FATAMORGANA. CINTA TELAH MENYELIMUTI DUNIA.”