Wednesday, April 26, 2017

BAHLUL dan LOGIKA YANG SALAH

*"BAHLUL"*

Dalam pergaulan keseharian, terlebih rekan2 etnik Arab, kita kerap mendengar hardikan "Bahlul" ... Tahukah kalian, siapa sesungguhnya "Bahlul" ?

"Bahlul" adalah kata yang biasa kita gunakan untuk mensifati orang yang bodoh, tapi tahukah dari mana asal kata itu..?

Dikisahkan, sesungguhnya BAHLUL seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Raja Harun Al-Rasyid (Dinasti Abbasiyah).

Pada suatu hari Harun Al-Rasyid lewat di pekuburan, dan dilihatnya Bahlul sedang duduk disana.

Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya :

"Wahai Bahlul, kapankah kamu akan menjadi orang yang berakal, dan sembuh dari gilamu.. ?"

Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik ke atas pohon. lalu dia berteriak memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon.

" Wahai Harun yang gila, kapankah engkau akan sadar  akan kegilaanmu ....? "

Menfengar hal itu, maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon, dan dengan sambil menunggangi kudanya ia berkata : "Siapa yang gila Bahlul, aku atau engkau yang selalu duduk di kuburan ini ...?"

Bahlul berkata :

"Aku berakal dan engkau yang gila",

Harun : "Bagaimana itu bisa...?",

Bahlul : "Karena aku tau bahwa istanamu akan hancur, dan kuburan ini akan tetap ada. maka itu aku memakmurkan kubur sebelum nanti ke istana, dan engkau memakmurkan istanamu dan menghancurkan kuburmu, sampai- sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur, maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita...?".

Bergetarlah hati Harun, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya, lalu Harun berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, Tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul".

Bahlul : "Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman".

Harun : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul....? Aku akan penuhi".

Bahlul : "Iya aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".

Harun : "mintalah..."

Bahlul : 1. "Tambahkan umurku".

Harun : "Aku tak mampu",

Bahlul: 2. "Jaga aku dari Malaikat maut".

Harun : "Aku tak mampu",

Bahlul: 3. "Masukkan aku kedalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".

Harun : "Aku tak mampu".

Bahlul : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".

*Kisah ini dikutip dari kitab yang berjudul عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ "Orang-orang Gila Yang Berakal"

Tetapi kita menggunakan perkataan BAHLUL untuk mengatakan seseorang itu bodoh sedangkan ia adalah merupakan nama Ulama yang hebat.

Makam Syech Bahlul Majnun Di Baghdad Irak.

Mari berbagi kebaikan walaupun satu Alif.

Thanks brur @Ishak