Wednesday, April 10, 2013

Ganja dan Pengaruhnya


Ketahui Pengaruh Buruknya dan Jauhi

Bismillah,



Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya yaitu tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Dengan syarat varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Ganja adalah tanaman dengan daun yang menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus dengan jumlah jari yang selalu ganjil (5,7,9). Biasanya tumbuh didaerah tropis. Di Indonesia tanaman ini tumbuh dibeberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Pulau Jawa dll. Cara penyalagunaan adalah dengan dikeringkan dan dijadikan rokok dibakar dan di hisap, Nama Jalanan yang sering digunakan adalah : Grass, Cimeng, gelek, hasish, marijuana dan bhang. Pada tanaman ganja terkandung zat utama yaitu tetrehidro kanabinol dan kanabinol.
Meskipun ganja berulang kali dimusnahkan, ada saja caranya tanaman ini tetap tumbuh. Konon, di Aceh, keberadaan tanaman ganja seperti halnya rerumputan. Dia bisa tumbuh sendiri kalau musimnya tiba. Pada pemakaian normal, masyarakat ada yang memakainya sedikit sebagai penambah nikmat masakan. Namun, seringkali ganja dipakai sebagai candu.

Nikmatnya ganja biasanya dibayar mahal oleh penikmatnya. Barang ini memang masuk dalam jajaran narkotika yang dinilai melanggar hukum jika diedarkan. Efek bagi kesehatan pun sebenarnya tidak main-main. Kesehatan menjadi taruhannya. Berikut ini beberapa pengaruh buruk ganja.
Mengalami ketergantungan. Ganja menimbulkan ketergantungan biasanya setelah tiga minggu pemakaian. Gajalanya sudah bisa dilihat pada hari keempat setelah pemakaian pertama. Tanda-tanda kecanduan adalah sulit mengontrol pemakaian ganja. Kalau diberikan dosis sedikit, tubuh akan bereaksi meminta dosis yang lebih tinggi lagi.
Mengalami gangguan kognitif. Pecandu ganja sulit untuk berpikir secara logis. Dia tidak bisa untuk menentukan arah hidupnya. Pada pemakaian jangka panjang, seseorang bisa mengalami kelainan neuropsikis. Pecandu yang umurnya 17 tahun ke bawah, biasanya mengalami penurunan kecerdasan dan meningkatkan persentase sumsum otak dibanding volume otak keseluruhan.
Sakit jiwa. Pecandu ganja memiliki risiko besar mengalami psikosis. Semakin tinggi dosis harian ganja, semakin besar pula kemungkinan mengalami sakit jiwa. Halusinasi yang dirasakannya tidak terkontrol.
Kanker. Pada penelitian yang dilakukan Sidney, Quesenberry, Friedman, dan Tekawa, ada kesamaan reaksi dalam tubuh pada pecandu ganja. Dalam tubuh mereka terjadi perubahan epithelium bronchial yang berkaitan dengan kemunculan kanker.
Mengganggu sistem reproduksi. Ganja mengurangi tingkat testosterone. Akibatnya sperma menurun dan gerak sperma kurang lincah. Kedua komponen ini sebagai penunjang kesuburan pria. Maka, ganja berpotensi membuat pria menjadi mandul.
Mengganggu sistem pernafasan. Sekitar 3-4 puntung ganja setara 20 puntung rokok. Efek bagi pernafasan adalah memperbanyak dahak dan menimbulkan batuk.

Pemakaian jangka panjang pada ganja akan mengganggu kapasitas difusi dan nafas yang mudah terengah-engah seperti orang kecapekan sehabis berolahraga.

Soo, karena demikian buruknya pengaruh ganja maka bro “n” sista sebaiknya jauhi dan jangan mencoba untuk mengkonsumsinya, namun sekarang telah pula lahir gerakan “Legalisasi Ganja” nah maka buat Bro “n” Sista yang berpikir sehat apakah legalisasi ini akan berdampak positif? Menurut saya jauh dari positif, gerakan ini adalah propaganda syaithon. Maka berfikir sehat dan sadarkan anggota keluarga, sahabat dan lingkungan terhadap bahaya ini. Lalu MARI BOIKOT LEGALISASI GANJA, jangan biarkan pengaruh iblis merasuki generasi muda kita.
MERDEKA!!!