Monday, April 29, 2013

Ganja Dalam Pandangan Islam

Narkotik Dalam Islam

Al-KHAMRU maa khaamaral aqla (arak ialah semua bahan yang dapat menutupi akal), suatu ungkapan yang pernah dikatakan oleh Umar Ibnul-Khattab dari atas mimbar Rasulullah s.a.w. Kalimat ini memberikan pengertian yang tajam sekali tentang apa yang dimaksud arak itu. Sehingga dengan demikian tidak banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dan kesamaran.
Demikianlah, maka setiap yang dapat mengganggu fikiran dan mengeluarkan akal dari tabiatnya yang sebenarnya, adalah disebut arak yang dengan tegas telah diharamkan Allah dan Rasul sampai hari kiamat nanti.
Dari itu pula, semua bahan yang kini dikenal dengan nama narkotik, seperti ganja, marijuana dan sebagainya yang sudah terkenal pengaruhnya terhadap perasaan dan akal fikiran, sehingga yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh, dapat melupakan suatu kenyataan, dapat mengkhayal yang tidak akan terjadi dan orang bisa tenggelam dalam mimpi dan lamunan yang bukan-bukan. Orang yang minum bahan ini dapat melupakan dirinya, agamanya dan dunianya serta tenggelam dalam lembah khayal.
Ini, belum lagi apa yang akan terjadi pada tubuh manusia, bahwa narkotik dapat melumpuhkan anggota tubuh manusia dan menurunkan kesehatan.
Lebih dari itu, narkotik dapat mengganggu kemurnian jiwa, dan menghancurkan moral, meruntuhkan iradah dan melemahkan perasaan untuk melaksanakan kewajiban yang oleh pecandu-pecandu dijadikan sebagai alat untuk meracuni tubuh masyarakat.
Dibalik itu semua, narkotik dapat menghabiskan uang dan merobohkan rumahtangga. Uang yang dipakai untuk membeli bahan tersebut adalah standard rumahtangga yang mungkin juga oleh pecandu-pecandu narkotik akan diambilnya dari harta standard hidup anak-anaknya; dan mungkin juga dia akan berbelok ke suatu jalan yang tidak baik justru untuk mengambil keuntungan dari penjualan narkotik.
Kalau di atas telah kita sebutkan bahwa perbuatan haram itu dapat membawa kepada keburukan dan bahaya, maka bagi kita sudah cukup jelas tentang haramnya bahan yang amat jelek ini, yang tidak diragukan lagi bahayanya terhadap kesehatan, jiwa, moral, masyarakat dan perekonomian.
Haramnya narkotik ini telah disepakati oleh ahli-ahli fiqih yang pada zamannya dikenal dengan nama alkhabaits (yang jelek-jelek).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam tinjauannya, mengatakan: "Ganja (hasyisy) adalah bahan yang haram, baik orang yang merasakan itu mabuk ataupun tidak. Hasyisy ini selalu dipakai oleh orang-orang jahat, karena di dalamnya mengandung unsur-unsur yang memabukkan dan menyenangkan. Biasanya dicampur dengan minuman-minuman yang memabukkan.
Bedanya hasyisy dengan arak, bahwa arak dapat menimbulkan suatu reaksi dan pertentangan. Tetapi hasyisy dapat menimbulkan suatu krisis dan kelemahan. Justru itu dia dapat merusak fikiran dan membuka pintu syahwat serta hilangnya perasaan semangat (ghirah). Justru itu dia lebih berbahaya daripada minuman keras.
Ini sudah pernah terjadi di kalangan orang-orang Tartar. Dan bagi yang merasakannya, sedikit ataupun banyak didera 80 atau 40 kali.
Barangsiapa yang dengan terang-terangan merasakan hasyisy ini dia akan ditempatkan sebagaimana halnya orang yang terang-terangan minum arak, dan dalam beberapa hal lebih buruk daripada arak. Untuk itu dia akan dikenakan hukuman sebagaimana hukuman yang berlaku bagi peminum arak."
Kata Ibnu Taimiyah selanjutnya: "Menurut kaidah syara', semua barang haram yang dapat mengganggu jiwa seperti arak, zina dan sebagainya dikenakan hukum had (hukuman tindak kriminal), sedang yang tidak mengganggu jiwa seperti makan bangkai dikenakan tindakan ta'zir. Sedang hasyisy termasuk bahan yang barangsiapa merasakannya berat untuk mau berhenti. Hukum haramnya telah ditegaskan dalam al-Quran dan Sunnah terhadap orang yang merasakannya sebagaimana makan makanan lainnya."


Fatwa Ulama Tentang Ganja


1. Fatwa dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata ketika menjawab pertanyaan hukum ganja yang diajukan kepadanya, ”Penggunaan ganja kering hukumnya haram, baik memabukkan ataupun tidak. Adapun yang memabukkan, hukumnya haram berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. barangsiapa yang menggunakannya dengan anggapan barang itu halal, maka dia harus di minta bertobat. Bila dia menolak untuk bertaubat, maka dia boleh dihukum mati sebagai orang murtad. Tidak perlu disholatkan jenazahnya dan tidak dikuburkan di pemakaman kaum muslimin. dalam tempat lain, beliau berjata : Ganja lebih layak diharamkan daripada minuman keras karena bahaya yang ditimbulkan akibat penggunakannya lebih besar daripada minuman keras. (Kitab Ftawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  34/210).

2. Fatwa Al-Hafidz Adz-Dzahabi
Al-Hafidz Adz-Dzahabi berkata : candu yang diolah dari daun rami atau daun ganja hukumnya haram sebagaimana minuman keras. Pemakainya berhak mendapatkan hukuman  sebagaimana peminum khomer, dan dia lebih busuk daripada minuman keras. (kitab Al-Kabair 36/ 224 karya Adz-Dzahabi).

3. Fatwa Ibnu Hajar Al-Asqalani
Ibnu Hajar Al-Asqalani menukil ijma`(kesepakatan alim ulama) tentang haramnya ganja dengan dengan berkata : barangsiapa yang menghalalkannya, niscaya dia telah kafir. (kitab Az- Zawajir `an Iqtiraf al-abair 1/213). Dan dalam kitab Fathul bari, beliau berkata : Hukumnya haram berdasarkan hadist Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi : setiap yang memabukkan hukumnya haram.

 4. Fatwa Ibnul Qoyyim
Ibnul Qoyyim berkata : Sesungguhnya setiap yang membabukkan  masuk ke dalam kategori khomer, baik berupa cairan maupun padat, yang diperas maupun yang dimasak.  Termasuk di dalamnya yang dikonsumsi orang-orang fasik dan pendosa, yaitu ganja(dan yang sejenis itu, pent), seluruhnya termasuk khomer yang diharamkan secara jelas berdasarkan hadist shohih  dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam yang tiada cacat pada sannadnya,  setiap yang memabukkan hukumnya haram. ”…. sekalipun ganja tidak termasuk dalam  sabda Nabi Shallahu alaihi wasalam, tetapi dia tetap haram berdasarkan qias (analogi) yang menyamaratakan seluruh perkara  yang memabukkan karena illat (alasan hukum) yang sama.(lihat kitab Zaadul Ma`ad fi Hadyi ` ibaad, 5/ 747, dan kitab Al-Mukh adirat Al-Aqiqir an-Nafsiyah, hal : 18-20).

5. Fatwa Imam Al-Bahutti
Imam Al-Bahutti berkata : tidak diperbolekan mengkonsumsikan ganja yang memabukkan. (kitab Kasysyaf  al-Qanna 5/102, karya Al-Bahutti

6.  Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh menukil ucapan Ibnu Hajar Al-Haitsami mengenai kesepakatan empat imam madzhab sebagai berikut : dari keterangan di atas jelaslah bahwa ganja  hukumnya haram menurut empat imam madzhab. Ulama syafi`iyah, Malikiiah dan Hanabilah mengharamkannya berdasarkan dalil-dalil secara eksplisit. Sementara hanafiyah mengharamkannya berdasarkan dalil-dalil secara implisit. (kitab kumpulan  fatwa dan Risalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh 12/102).



Sunday, April 21, 2013

Mengapa Kartini Bukan Tjoet Nyak Dhien?!!

Semalam saya mendapat BC dari sohabat saya di Jogja (Bro @Sholihul Hadi Al Bimasyru) sebuah renungan tentang “Mengapa harus kartini?” selanjutnya saya harus bersibuk ria mempersiapken perhelatan “Kartinian” anak-anak PAUD Taman Hati – Kedaung, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang diperuntukkan bagi anak-anak dhuafa. Lembaga PAUD Taman Hati didirikan di tengah perkampungan pemulung, karena untuk dhuafa sehingga FREE atau GRATIS TIS. (Et Dah… maaf saya malah promo tentang pendidikan anak usia dini di PAUD Taman Hati, maklum siapa tahu berminat menjadi donaturnya hahaha... ngarep) karena kebetulan saya termasuk pendirinya. Hehehe… Hari ini bangsa Indonesia memperingati hari “Kartini” yang konon katanya merupakan pahlawan emansipasi wanita. Namun jauh sebelum Kartini sesunggunya banyak wanita-wanita Indonesia yang memiliki cita-cita luhur bahkan sudah mengaplikasikannya.

Cut Nyak Dhien

Semestinya Cut Nyak Dhien, Mengapa harus Kartini!
R.A. Kartini

Tertarik untuk menulis tentang pahlawan perempuan (Kartini) yang hari kelahirannya di peringati oleh seluruh bangsa ini (kecuali saya dan teman-teman sepikiran, karena saya tidak ikut merayakannya, hehehe), bukan bermaksud mengadili atau membandingkan profil Kartini dengan pahlawan perempuan lainnya namun alangkah baiknya, kita lihat dengan obyektif apa dan bagaimana Kartini menjadi populer. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, kumpulan surat-surat Kartini yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengadjaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatken Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya.

Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu. (yang bener aja, PADAHAL Kartini hanya curhat melalui surat kepada sahabat-sahabat londho-nya, dan curhatnya cenderung LEBAAAY, untunglah pada masa itu belum ada Face Book, kalau sudah ada FB maka bisa dipastikan status Kartini sangat lebay dan wall-nya penuh dengan foto-foto narsisnya hahaha….).

Mari sejenak heningkan cipta (dimulai…. – Penulis), heningkan rasa, heningkan pikir supaya menjadi jernih dalam melihat dan memandang sebenarnya seperti apa isi kepala, isi hati (jiwa) sang Kartini, berikut petikan pemikiran atau tulisan (surat) Kartini dan sebagai pertimbangan pemikiran saya cantumken pula pemikiran dan semangat sang pejuang Tcoet Nyak Dhien;
•    6 November 1899, Kartini menulis keluh kesahnya (kalau sudah ada FB pasti update status) : “Duh Tuhan,…. Kadang aku ingin, hendaknya tak ada satu agama pun diatas dunia ini, karena agama-agama ini yang justru harus persatukan semua orang, sepanjang abad telah lewat menjadi biang keladi peperangan dan perpecahan, dari drama-drama pembunuhan yang paling kejam” ini mencerminken bahwa pemikiran Kartini cenderung skeptic dan atheis)
•    Tjoet Nyak Dhien, Pejuang sejati berkata : “Islam adalah agama kebenaran dan harus diperjuangkan sampai akhir darah menitik”.
•    Kartini menulis keluh kesahnya : “Hatiku menangis melihat segala tatacara ningrat yang rumit itu”. (Ini mencerminken betapa lemahnya jiwa sang Kartini). Lebay kan?!
•    Tjoet Nyak Dhien berkata (Pesan yang disampaikan kepada “Tjoet Gambang” anaknya, ketika ayahnya Teuku Umar tertembak mati sebagai Syuhada): “Kita perempuan seharusnya tidak menangis dihadapan mereka yang telah syahid”. Dari ucapannya tercermin ketegaran hati dan bagaimana ia menanamkan jiwa besar kepada anaknya.
•    Kartini menuliskan cita-cita dan harapannya : “Aku mau meneruskan pendidikanku ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah kupilih. (Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, 1990). Pernahkah kita tahu tugas besar apa sesungguhnya yang di bebankan kepada Kartini oleh Belanda?
•    Tjoet Nyak Dhien berkata untuk membangkitkan semangat juang bangsanya : “Untuk apa bersahabat dengan ulanda kaphe (Belanda Kafir – Penulis) yang telah membakar masjid-masjid kita dan merendahkan martabat kita sebagai muslim!”

Beberapa sejarawan sudah mengajuken bukti bahwa klaim Kartini sebagai pahlawan dan diperingati sebagai hari pahlawan karena peran sertanya dalam hal emansipasi wanita, hal semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasiken. Tapi yang mereka lakuken lebih dari yang dilakuken Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Selanjutnya Tjoet Nyak Dhien, Tengku Fakinah, Tcoet Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh.
Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bachtiar (Guru Besar Universitas Indonesia) mengungkapken : “Penokohan Kartini tidak terlepas  dari peran Belanda”. Didukung oleh pakar sejarah melayu, Prof Naquib Al-Attas mengingatkan bahwa ada upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Nusantara. Mari kita ingat jauh kebelakang, bahwa sebelum Belanda datang ke Indonesia, kerajaan Aceh telah memiliki seorang panglima angkatan laut perempuan yakni Malahayati, jadi mengapa harus Kartini? (Why… hehehe…..)
Laksmana Malahayati
So .…. sebaiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Tjoet Nyak Dhien?..... Mengapa Abendanon memilih Kartini? dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Tjoet Nyak Dhien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Bayangken, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi:
Ibu kita Tjoet Nyak Dhien.
Putri sejati.
Putri Indonesia…,
Mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah, Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong takdir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini? Woiii mengapa?

(Terima kasih untuk Kang Mas Sholihul - untuk BC-nya saya jadi pengen nulis)

Wednesday, April 17, 2013

Memahami Batasan Tunanetra


TUNANETRA


Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya Tunanetra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Visioan). Alat bantu untuk mobilitasnya bagi tuna netra dengan menggunakan tongkat khusus, yaitu berwarna putih dengan ada garis merah horizontal. Akibat hilang/berkurangnya fungsi indra penglihatannya maka tunanetra berusaha memaksimalkan fungsi indra-indra yang lainnya seperti, perabaan, penciuman, pendengaran, dan lain sebagainya sehingga tidak sedikit penyandang tunanetra yang memiliki kemampuan luar biasa misalnya di bidang musik atau ilmu pengetahuan.(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Pengertian Tunanetra
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat awam khususnya sering menganggap bahwa istilah tunanetra sering disamakan dengan buta. Pandangan masyarakat tersebut didasarkan pada suatu pemikiran yang umum yaitu bahwa setiap tunanetra tidak dapat melihat sama sekali.
Secara etimologis, kata tuna berarti luka, rusak, kurang atau tiada memiliki;  netra berarti mata atau penglihatan. Jadi tunanetra berarti kondisi luka atau rusaknya mata, sehingga mengakibatkan kurang atau tidak memiliki kemampuan persepsi penglihatan. Dari pengertian tersebut dapat dirumuskan bahwa istilah tunanetra mengandung arti rusaknya penglihatan . Rumusan ini pada dasarnya belum lengkap dan jelas karena belum tergambarkan apakah keadaan mata yang tidak dapat melihat sama sekali atau mata rusak tetapi masih dapat melihat, atau juga berpenglihatan sebelah.
Sedangkan pengertian tunanetra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tidak dapat melihat (KBBI, 1989:p.971) dan menurut literatur berbahasa Inggris yaitu visually handicapped atau visually impaired.
Banyak orang yang memberikan definisi tentang tunanetra tergantung dari sudut pandang seseorang berdasarkan kebutuhannya. Dengan demikian hal tersebut akan melahirkan keanekaragaman definisi tunanetra tetapi pada dasarnya memiliki kesamaan.
Frans Harsana Sasraningrat mengatakan bahwa tunanetra ialah suatu kondisi dari indera penglihatan atau mata yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi itu disebabkan oleh karena kerusakan pada mata, syaraf optik dan atau bagian otak yang mengolah stimulus visual .
Irham Hosni menegaskan bahwa seseorang dikatakan tunanetra adalah orang yang kedua penglihatannya mengalami kelainan sedemikian rupa dan setelah dikoreksi mengalami kesukaran dalam menggunakan matanya sebagai saluran utama dalam menerima informasi dari lingkungannya .
Drs. Nurkholis menyatakan bahwa tunanetra adalah kerusakan atau cacat mata yang mengakibatkan seseorang tidak dapat melihat atau buta.
Persatuan Tunanetra Indonesia/Pertuni (2004) mendifinisikan ketunanetraan sebagai berikut : Orang tunanetra adalah mereka yang tidak memiliki sama sekali (buta total) hingga mereka yang masih memiliki sisa penglihatan tetapi tidak mampu menggunakan penglihatannya untuk membaca tulisan biasa berukuran 12 point dalam keadaan cahaya normal meskipun dibantu dengan kacamata (kurang awas). Yang dimaksud dengan 12 point adalah ukuran huruf standar pada komputer di mana pada bidang selebar satu inch memuat 12 buah huruf . Akan tetapi, ini tidak boleh diartikan bahwa huruf dengan ukuran 18 point, misalnya pada bidang selebar 1 inch memuat 18 huruf.
Tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan antara lain :
a. Tidak dapat melihat gerakan tangan pada jarak kurang dari satu meter.
b. Ketajaman penglihatan 20/200 kaki yaitu ketajaman yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki.
c. Bidang penglihatannya tidak lebih luas dari 20ยบ.

Dari berbagai uraian tentang tunanetra di atas maka dapat disimpulkan bahwa tunanetra adalah orang yang mengalami kerusakan penglihatan yang sedemikian rupa sehingga ia tidak dapat menggunakan indera penglihatannya untuk kebutuhan pendidikan atapun lainnya walaupun dengan bantuan alat bantu, sehingga memerlukan bantuan atau pelayanan pendidikan secara khusus.
Klasifikasi Tunanetra
Secara garis besar, tunanetra dapat dikelompokkan berdasarkan hal berikut :
A. Klasifikasi Tunanetra (visual impairment) berdasarkan waktu terjadinya ketunanetraan.
Lowenfeld, (1955:p.219), mengklasifikasikan tunanetra berdasarkan  pada waktu terjadinya ketunanetraan, yaitu:
1. Tunanetra sebelum dan sejak lahir; yaitu mereka yang sama sekali tidak memiliki pengalaman melihat.
2. Tunanetra setelah lahir atau pada usia kecil; yaitu mereka telah memiliki kesan-kesan serta pengalaman visual tetapi belum kuat dan mudah terlupakan.
3. Tunanetra pada usia sekolah atau pada masa remaja; mereka telah memiliki kesan-kesan visual dan meninggalkan pengaruh yang mendalam terhadap proses perkembangan pribadi.
4. Tunanetra pada usia dewasa; pada umumnya mereka yang dengan segala kesadaran mampu melakukan latihan-latihan penyesuaian diri.
5. Tunanetra pada usia lanjut; sebagian besar sudah sulit mengikuti latihan-latihan penyesuaian diri.
6. Tunanetra akibat bawaan (partial sight bawaan).
B. Klasifikasi Tunanetra (visual impairment) berdasarkan kemampuan daya penglihatan .
Penglihatan yang normal memiliki ketajaman penglihatan  6/6-6/7,5 yaitu jika sesorang dapat melihat benda dengan jelas pada jarak antara 6 sampai dengan 7,5 meter atau efisiensi penglihatan sebesar 95 %-100 %.
Penglihatan dengan ketajaman 6/9-6/21 masih tergolong kepada penglihatan hampir normal yaitu jika orang normal dapat melihat benda dengan jelas sejauh 9 sampai dengan 21 meter maka perbandingannya dengan orang dengan penglihatan hampir normal adalah sejauh 6 meter atau efisiensi penglihatan sebesar 75 %-90%. Maka klasifikasi Tunanetra (visual impairment) berdasarkan kemempuan daya penglihatan adalah sebagai berikut :
1. Low Vision; yakni mereka yang memiliki hambatan dalam penglihatan akan tetapi mereka masih dapat mengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukan pekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan.
Low Vision dikelompokkan menjadi :
a. Low Vision sedang, memiliki ciri-ciri:
- Penglihatan 6/60-6/120 yaitu jika orang normal dapat melihat benda dengan jelas sejauh 60 sampai dengan 120 meter maka perbandingannya dengan orang dengan penglihatan low vision adalah sejauh 6 meter atau efisiensi penglihatan sebesar 10%-20%.
- Masih mungkin orientasi dan mobilitas umum.
- Mendapat kesukaran berlalu lintas dan melihat nomor mobil.
- Membaca perlu memakai lensa kuat dan membaca menjadi lambat.
b. Low Vision nyata, memiliki ciri-ciri:
- Penglihatan 6/240 yaitu jika orang normal dapat melihat benda dengan jelas sejauh 240 meter maka perbandingannya dengan orang dengan penglihatan low vision nyata adalah sejauh 6 meter atau efisiensi penglihatan sebesar 5%.
- Gangguan masalah orientasi dan mobilitas.
- Perlu tongkat putih untuk berjalan.
- Umumnya memerlukan sarana baca dengan huruf Braille, radio dan pustaka kaset
2. Tunanetra setengah berat/hampir buta (partially sighted),yakni mereka yang kehilangan sebagian daya penglihatan, hanya dengan menggunakan kaca pembesar mampu mengikuti pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang bercetak tebal, memiliki ciri-ciri:
- Penglihatan menghitung jari kurang empat kaki.
- Penglihatan tidak bermanfaat bagi orientasi mobilitas.
- Harus memakai alat non visual.
3. Tunanetra berat/buta total (totally blind), yakni mereka yang sama sekali tidak melihat,memiliki ciri-ciri:
- Tidak mengenal adanya rangsangan sinar.
- Seluruhnya tergantung pada alat indera selain mata.

C. Klasifikasi tunanetra berdasarkan pada kelainan-kelainan yang terjadi pada mata.
Menurut Howard dan Orlansky, klasifikasi tunanetra berdasarkan pada kelainan-kelainan yang terjadi pada mata. Kelainan ini disebabkan karena adanya kesalahan pembiasan pada mata. Hal ini terjadi bila cahaya tidak terfokus sehingga tidak jatuh pada retina. Peristiwa ini dapat diperbaiki dengan memberikan lensa atau lensa kontak. Kelainan-kelainan itu antara lain:
1. Myopia; adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina. Penglihatan akan menjadi jelas kalau objek didekatkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Myopia digunakan kacamata koreksi dengan lensa negatif.
2. Hyperopia; adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina. Penglihatan akan menjadi jelas jika objek dijauhkan. Untuk menbantu proses penglihatan pada penderita Hyperopia digunakan kacamata koreksi dengan lensa positif.
3. Astigmatisme; adalah penyimpangan atau penglihatan kabur yang disebabkan karena ketidakberesan pada kornea mata atau pada permukaan lain pada bola mata sehingga bayangan benda baik pada jarak dekat maupun jauh tidak terfokus jatuh pada retina. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita astigmatisme digunakan kacamata koreksi dengan lensa silindris.

Friday, April 12, 2013

Jenis-Jenis NAPZA


KENALI JENIS-JENIS NARKOBA AGAR TERHINDAR DARI BAHAYANYA




Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan.

Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika. Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi). Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain. Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom. Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven). Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya (Putauw). OPIAT atau Opium (candu) Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi). Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation) Menimbulkan semangat, merasa waktu berjalan lambat, pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk, merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang), timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

MORFIN
Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena).
Dampak yang ditimbulkan adalah:
Menimbulkan euforia.
Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi).
Kebingungan (konfusi).
Berkeringat.
Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar.
Gelisah dan perubahan suasana hati.
Mulut kering dan warna muka berubah.

HEROIN atau Putaw
Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.
Dampak yang ditimbulkan adalah:
Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.
Denyut nadi melambat.
Tekanan darah menurun.
Otot-otot menjadi lemas/relaks.
Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).
Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.
Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.
Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.
Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang hajat besar, jantung berdebar-debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul gangguan kebiasaan tidur. Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat

GANJA atau Canabis
Berasal dari tanaman Canabis Sativa dan Canabis Indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
Akibat yang di timbulkan:
Denyut jantung atau nadi lebih cepat.
Mulut dan tenggorokan kering.
Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.
Sulit mengingat sesuatu kejadian.
Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.
Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan. Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek.
Gangguan kebiasaan tidur.
Sensitif dan gelisah.
Berkeringat.
Berfantasi.
Selera makan bertambah.

LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs
Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam.
Efek yang ditimbulkan:
Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu. Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya. Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid).
Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.
Diafragma mata melebar dan demam.
Disorientasi. Depresi. Pusing Panik dan rasa takut berlebihan.
Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian.
Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.

KOKAIN
Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
Efek yang ditimbulkan:
Menimbulkan keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy). Hasutan (agitasi), kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.
Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan. Timbul masalah kulit.
Kejang-kejang, kesulitan bernafas.
Sering mengeluarkan dahak atau lendir. Merokok kokain merusak paru (emfisema).
Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan.
Paranoid.
Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).
Gangguan penglihatan (snow light). Kebingungan (konfusi).
Bicara seperti menelan (slurred speech).

AMFETAMIN 
Nama generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Nama lain fantacy pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).
Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).
Suhu badan naik/demam.
Tidak bisa tidur.
Merasa sangat bergembira (euforia).
Menimbulkan hasutan (agitasi).
Banyak bicara (talkativeness).
Menjadi lebih berani/agresif.
Kehilangan nafsu makan.
Mulut kering dan merasa haus.
Berkeringat.
Tekanan darah meningkat.
Mual dan merasa sakit.
Sakit kepala, pusing, tremor/gemetar.
Timbul rasa letih, takut dan depresi dalam beberapa hari.
Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium.

SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)
Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.
Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan.
Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama.
Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal.
Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.
Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension).
Perilaku aneh atau menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.
Nampak bahagia dan santai.
Bicara seperti sambil menelan (slurred speech).
Jalan sempoyongan.
Tidak bisa memberi pendapat dengan baik.

ALKOHOL
Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia, namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi.
Dikenal 3 golongan minuman berakohol yaitu golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir), golongan B; kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C; kadar etanol 20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).
Pada umumnya alkohol berdampak :
Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi.
Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah).
Merasa senang dan banyak tertawa.
Menimbulkan kebingungan.
Tidak mampu berjalan.

INHALANSIA  atau SOLVEN
Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak.
Efek yang ditimbulkan natar lain:
Pada mulanya merasa sedikit terangsang.
Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan.
Bernafas menjadi lambat dan sulit.
Tidak mampu membuat keputusan.
Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan.
Mual, batuk dan bersin-bersin.
Kehilangan nafsu makan.
Halusinasi.
Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan.
Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest).
Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak permanen, keletihan otot, gangguan irama jantung, radang selaput mata, kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan tenggorokan.
Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh, kebakar, tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian.

Wednesday, April 10, 2013

Ganja dan Pengaruhnya


Ketahui Pengaruh Buruknya dan Jauhi

Bismillah,



Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya yaitu tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Dengan syarat varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Ganja adalah tanaman dengan daun yang menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus dengan jumlah jari yang selalu ganjil (5,7,9). Biasanya tumbuh didaerah tropis. Di Indonesia tanaman ini tumbuh dibeberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Pulau Jawa dll. Cara penyalagunaan adalah dengan dikeringkan dan dijadikan rokok dibakar dan di hisap, Nama Jalanan yang sering digunakan adalah : Grass, Cimeng, gelek, hasish, marijuana dan bhang. Pada tanaman ganja terkandung zat utama yaitu tetrehidro kanabinol dan kanabinol.
Meskipun ganja berulang kali dimusnahkan, ada saja caranya tanaman ini tetap tumbuh. Konon, di Aceh, keberadaan tanaman ganja seperti halnya rerumputan. Dia bisa tumbuh sendiri kalau musimnya tiba. Pada pemakaian normal, masyarakat ada yang memakainya sedikit sebagai penambah nikmat masakan. Namun, seringkali ganja dipakai sebagai candu.

Nikmatnya ganja biasanya dibayar mahal oleh penikmatnya. Barang ini memang masuk dalam jajaran narkotika yang dinilai melanggar hukum jika diedarkan. Efek bagi kesehatan pun sebenarnya tidak main-main. Kesehatan menjadi taruhannya. Berikut ini beberapa pengaruh buruk ganja.
Mengalami ketergantungan. Ganja menimbulkan ketergantungan biasanya setelah tiga minggu pemakaian. Gajalanya sudah bisa dilihat pada hari keempat setelah pemakaian pertama. Tanda-tanda kecanduan adalah sulit mengontrol pemakaian ganja. Kalau diberikan dosis sedikit, tubuh akan bereaksi meminta dosis yang lebih tinggi lagi.
Mengalami gangguan kognitif. Pecandu ganja sulit untuk berpikir secara logis. Dia tidak bisa untuk menentukan arah hidupnya. Pada pemakaian jangka panjang, seseorang bisa mengalami kelainan neuropsikis. Pecandu yang umurnya 17 tahun ke bawah, biasanya mengalami penurunan kecerdasan dan meningkatkan persentase sumsum otak dibanding volume otak keseluruhan.
Sakit jiwa. Pecandu ganja memiliki risiko besar mengalami psikosis. Semakin tinggi dosis harian ganja, semakin besar pula kemungkinan mengalami sakit jiwa. Halusinasi yang dirasakannya tidak terkontrol.
Kanker. Pada penelitian yang dilakukan Sidney, Quesenberry, Friedman, dan Tekawa, ada kesamaan reaksi dalam tubuh pada pecandu ganja. Dalam tubuh mereka terjadi perubahan epithelium bronchial yang berkaitan dengan kemunculan kanker.
Mengganggu sistem reproduksi. Ganja mengurangi tingkat testosterone. Akibatnya sperma menurun dan gerak sperma kurang lincah. Kedua komponen ini sebagai penunjang kesuburan pria. Maka, ganja berpotensi membuat pria menjadi mandul.
Mengganggu sistem pernafasan. Sekitar 3-4 puntung ganja setara 20 puntung rokok. Efek bagi pernafasan adalah memperbanyak dahak dan menimbulkan batuk.

Pemakaian jangka panjang pada ganja akan mengganggu kapasitas difusi dan nafas yang mudah terengah-engah seperti orang kecapekan sehabis berolahraga.

Soo, karena demikian buruknya pengaruh ganja maka bro “n” sista sebaiknya jauhi dan jangan mencoba untuk mengkonsumsinya, namun sekarang telah pula lahir gerakan “Legalisasi Ganja” nah maka buat Bro “n” Sista yang berpikir sehat apakah legalisasi ini akan berdampak positif? Menurut saya jauh dari positif, gerakan ini adalah propaganda syaithon. Maka berfikir sehat dan sadarkan anggota keluarga, sahabat dan lingkungan terhadap bahaya ini. Lalu MARI BOIKOT LEGALISASI GANJA, jangan biarkan pengaruh iblis merasuki generasi muda kita.
MERDEKA!!!


Monday, April 1, 2013

Semalam Di Belantara Pengap


Semalam, kulihat bidadari menari,
Meliuk, lalu lalang di belantara pengap,
Melambai, merajuk, bujuk,
Pada rona gelap,
Berharap, memikat pekat.

semalam kulihat malaikat,
Menderu bagai halilintar,
Merumbai taburkan Rahmat-Nya
Menyeruak,... Halau bujuk rayu bidadari yang menjelma ....
Menjelma menjadi tumpukan nikmat palsu.

Subuh tadi,...
Ku dapati iblis menawan seonggok hasrat.
Hasrat yang tertunda
dan ....
Mengikatnya pada bianglala,
lalu .....
Melarungnya kelangit