Saturday, November 24, 2012

Yahudi Kejam? Simak Pedoman Kitab Sucinya












“Dalam perang, siapapun yang bertempur tanpa hati dan jiwanya akan dikutuk. Jika dia mengangkat senjatanya, sudah seharusnya dia tak boleh punya rasa belas kasihan kepada musuhnya,” ujar Rabbi milliter Yahudi Brig. Jend. Avichai Rontzki pada Haaretz.
Rontzki memuji para tentara Israel yang telah membunuh sekitar 1500 orang termasuk anak-anak dan para wanita. “Mereka semua (tentara Israel) berperang dengan hati dan jiawanya, dan juga keberaniannya tentu saja.” Imbuhnya. Rontki, jelas mendukung pembunuhan warga Palestina selama perang Gaza ini. Ia juga mengecam lembaga hak asasi manusia. Selama perang, beberapa rabi terkemuka lainnya juga mendorong para komandan Israel untuk menyerang penduduk sipil di Gaza. Sebelumnya, beberapa pekan lalu seorang rabbi-nya membolehkan membunuh non-Yahudi

Pada tanggal 25 Februari 1994 silam, seorang perwira AD Israel bernama Baruch Goldstein, seorang Yahudi ortodoks dari Brooklyn, Amerika Serikat, membantai 40 orang Muslim, termasuk anak-anak, yang ketika itu mereka tengah bersujud shalat di sebuah masjid. Goldstein adalah anak didik Rabbi Meir Kahane yang menyatakan kepada CBS News bahwa ajaran yang dianutnya mengatakan,”Orang-orang Arab itu tidak lebih dari daripada anjing, sesuai yang dikatakan Talmud.”
Lalu September 2004, 14 orang pendeta tinggi Yahudi mengirimkan sebuah pesan kepada Perdana Menteri  Israel saat itu, Ariel Sharon, Menteri Perang Shaul Mofaz dan Kepala Angkatan Bersenjata Israel Mosye Yaloon, agar tidak ragu-ragu membunuh warga sipil Palestina termasuk anak-anak dan kaum perempuan.
Dilanjutkan pada awal Juli 2006 lalu, Dewan Hakom Tepi Barat dan Jalur Gaza, seperti dilaporkan Yehdiot Ahronot, telah mengeluarkan fatwa yang memberi lampu hijau untuk “membunuh anak-anak dan kaum perempuan” di Lebanon dan Jalur Gaza. Fatwa itu berbunyi: “Barangsiapa yang memberi belas kasihan kepada anak-anak di Gaza dan Lebanon, berarti ia secara langsung berlaku kasar terhadap anak-anak Israel.”

Kita tentu sudah banyak mendengar tentang Talmud. Namun belum banyak yang mengetahui apa saja ayat-ayatnya. Berikut kami tampilkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis terhadap orang-orang non-Yahudi (Ghoyim atau Gentilles), dan darinya Anda akan bisa “memahami” mengapa kaum Zionis selalu saja mau menang sendiri, selalu mengkhianati perjanjian, dan sebagainya. Inilah ayat-ayat suci mereka:
“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)
“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)
“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)
“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)
“Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)
“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)
“Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)
“Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)
“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)
“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)
“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)
“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)
“Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)
“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)
“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)
“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) dating, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)
Jangan heran jika melihat kekejaman tentara Israel, karena ini diperintahkan oleh Talmud dan para pendeta tertinggi Yahudi.

sumber foto: http://arrahmah.com/read/2011/12/29/17071-foto-foto-kekejaman-dan-kebiadaban-yahudi-zionis-israel-terhadap-kaum-muslimin-palestina-pada-tahun-20102011.html#
artikel dari berbagai macam sumber dan media