Tuesday, November 27, 2012

Cinta Berkabut

Cinta begitu berkabut
Tampak indah dan sejuk membelai kalbu
Namun sejuta misteri bersembunyi di balik kelabu
Siap menyerang kapanpun ia mau

Satu per satu durinya menancap kuat di hati
sakit, perih, luka, dan tangis hiasi hari
lisannya tak lagi terjaga
hatinya tak lagi terarah
mengapa?

Tiada pemeran lain, namun lidah bermain-main
memutar kata tanpa libatkan hati dan jiwa

Cinta yang dulu paling bisa mengukir tawa
Kini justru paling pandai mengurai air mata
Cinta tak kan selamanya berselimut kabut
Pada akhirnya sinar mentari kan mengungkap semua
Tiada bersisa

Kepala dijaga agar tetap dingin
Hati diatur agar tetap bercahaya
Kini mata terbuka lebar
Akal mengangguk yakin

Cinta tak lagi sama
Cinta tak lagi bunga
Selalu ada duri di setiap kata
Yang siap menoreh luka
Namun cinta tak menyadarinya

Cinta, masih pantaskah aku punya cinta?