Saturday, October 20, 2012

Waspadai geliat PKI Baru


Berangkat dari tulisan status sahabat Ahmad Aat di FB yang memperingatkan kita semua tentang bahaya laten PKI yang di istilahkan dengan Komunis Gaya Baru (KGB), berikut tulisan statusnya;
Kini figur-figur KGB berusaha tampil merebut hati rakyat dalam pertemuan resmi ataupun umum dengan tema peningkatan kesejahteraan rakyat, pendidikan maju dan murah serta pemerataan ekonomi. Misalnya dr. RIBKA TJIPTANING Proletariati penulis buku “Aku Bangga Jadi Anak PKI” dan “Anak PKI Masuk Parlemen” yang dapat promosi menjadi Ketua Komisi
IX DPR RI dengan agenda “RUMAH SAKIT SAMA RATA SAMA RASA”
Dengan sekilas informasi tentang geliat KGB ini diharapkan kita makin waspada dan berusaha mengadakan pencerahan terutama kepada generasi muda tentang bahaya komunisme yang atheis, anti Tuhan, anti Agama dan anti Pancasila.

Saya tergelitik untuk mengulas tentang PKI baik model jadul maupun yang model up to date, model KGB

AWAS KOMUNISME GAYA BARU

Orde reformasi sudah sepuluh tahun berjalan. dalam dekade ini, sempat timbul euforia kehidupan politik dan negara salah satu yang mencoba bangkit kembali secara malu-malu tapi jelas mau adalah Paham Komunis.

KOMUNISME
Komunisme merupakan struktur social ekonomi yang mewujudkan masyarakat bebas, tanpa kelas/strata sosial, berbasis kepemilikan bersama/kolektif atas alat-alat produksi dan properti.
Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari peran Partai Komunis. logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh, sedangkan pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil jika bernaung dibawah dominasi partai.
Secara umum Komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiaran yang rasional dan nyata. enggak heran Komunisme begitu atheis. dengan demikian, tentu saja komunisme bertentangan dengan islam.
Konstitusi Partai Komunis dan negara komunis selalu berdasar pada Marxisme. setiap teori atau praktik politik yang berdasar pada interpretasi Karl Marx dan Frderick Engels disebut sebagai Marxisme.
1948 dan 1965
Kita telah mengetahui, komunis pernah bikin gara-gara di tahun1948 dan 1965M. yang pertama Komunis memproklamirkan Soviet Republik Indonesia pada 18 September 1948 di Madiun. Tokohnya adalah Muso, tokoh biro politik PKI yang sejak 1930 bermukim di Moskow. Akhirnya, ia pun mati tertembak, cita-cita negara komunisnya dipadamkan.
Akhir September 1965, pecahlah pemberontakan yang dikenal dengan G30S/PKI. tujuh Perwira Angkatan Darat dibunuh secara kejam oleh PKI. beberapa jam kemudian, TNI AD membasmi PKI dan kemudian melarangnya.
Dalam sidang mahkamah militer luar biasa (Mahmiluh) 1967, ketua CCPKI, Sudisman menyatakan “jika saya mati, bukannya PKI ikut mati. Tidak sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak berkeping-keping, saya yakin ini hanya sementara. dalam  proses sejarah, nanti PKI tumbuh kembali. Sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh zaman.“
‘Ancaman’ ini sepertinya sudah mulai direalisasikan beberapa waktu belakangan.

AKSI MEMBANGKITKAN KOMUNISME
Mudahnya menggelar demonstrasi di era reformasi in membuat komunisme mudah pula untuk meyusup. Lambang-lambang komunis, palu dan arit, mudah ditemukan di atribut-atribut anak muda yang suka berdemonstrasi. Kalau pun bukan lambang itu, foto-foto Marx dan Engels banyak terpampang di kaos-kaos mereka.
Slogan-slogan demonstrasi pun sudah mulai berbau komunisme: buruh bersatu tak bisa dilawan, rakyat bersatu tak bisa dikalahkan, dan yang semacamnya.
Komunisme pun ditengarai sudah menyusup dengn bentuk baru. Beberapa pihak mulai menyebut fenomena ini sebagai KGB “Komunis Gaya Baru”.
Ditengah2 euforia reformasi ini juga, atas nama demokrasi, HAM dan keterbukaan, Tap MPRS No. 25/1996 yang berisi larangan komunisme dan UU No. 27 tahun1999 tentang larangan penyebaran paham Marxisme-Leninisme (komunisme) dipersoalkan dan dituntut untuk dicabut. Menurut mereka yang menuntut, TAP MPRS dan undang-undang itu menindas hak asasi manusia, sedangkan Indonesia termasuk negara yang menandatangani piagam HAM PBB, lalu mengapa TAP MPRS dan UU itu dipertahankan. begitulah kilah mereka.
Lalu para tokoh dan simpatisan PKI itu rame-rame nerbitin buku sesuai kisah masing-masing. Misalnya (Hersri Setiawan, mantan aktivis Lekra (lembaga seni budayanya PKI) menulis Memoar Pulau Buru; Hasan Raid menulis Pergulatan Muslim-Komunis; Kresno Saroso menulis Dari Salemba ke Pulau Buru; Haji Ahmadi Moestahal menulis Dari Gontor ke Pulau Buru, dan Abdul Latief menulis Pledoi Latief; Soeharto Terlibat G30S.
Beberapa buku sejarah untuk sekolah formal mulai menghapuskan peristiwa pemberontakan PKI 1948 dan mencoba mengaburkan peristiwa G30S dengan menghilangkan singkatan PKI di belakangnya. tercatat lebih dari 13 buku teks kurikulum pelajaran untuk tingkat SMP dan SMA tahun 2004 yang tidak mencantumkan aksi pemberontakan PKI pada tahun 1948 dan 1965 menjadi buku acuan pelajaran dan beredar di masyarakat. belakangan, buku-buku aneh tersebut telah ditarik dari sekolah-sekolah.
Yang dianggap menjadi ikon mulai berhembusnya lagi angin komunisme ini ialah saat seorang anggoata DPR RI  meluncurkan bukunya pada awal Oktober 2002 dengan judul “Aku Bangga Jadi Anak PKI”. pada pertengahan 2006 , dia meluncurkan buku kedua dengan judul “Anak PKI Menjadi Anggota Parlemen”.
Tahun lalu, dideklarasikan Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). ada dugaan partai ini mengusung ide-ide komunis.anggapan ini datang setelah melihat cara-cara gerakan partai ini selalu mengusung kemiskinan dan masalah sosial sebagai agenda utamanya. ketua majelis pertimbangan Papernas, Dita Indah Sari mengatakan bahwa kelompoknya memang mengakui berhaluan kiri. namun dirinya mengelak jika disebut berfaham komunis.
Munculnya aliran-aliran sesat seperti Alqur`an Suci, Al-Qiyadah Islamiyah, gegeran lagi Ahmadiyah ditengarai juga dihembuskan oleh pihak-pihak yang menginginkan komunisme muncul kembali. kata orang2 tua yang dulu mengalami peristiwa 1965, keadaan ini serupa pada waktu itu. saat itu , muncul aliran-aliran menyimpang yang menjanjikan datangnya ratu adil atau al masih.


SESUNGGUHNYA KOMUNIS SELALU BERUSAHA MENGHANCURKAN ISLAM
Saat komunis memegang kekuasaan di Rusia, masjid-masjid tertutup, sebagian dipakai sebagai klub malam dan kandang babi, praktik2 beragama ditiadakan. para ulama dibantai dan dibunuh. beribu-ribu kaum muslim melarikan diri ke kutub utara, hingga daerah itu terkenal dengan nama siberia, yang sebenarnya berasal dari kata Ash-Shobariyah, untuk menggambarkan masa-masa penuh kesabaran disana.
Seorang ulama salafi, syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma`shumi, yang berasal dari Khujandah, daerah Transoxiana, Rusia, merupakan seorang ulama yang pernah merasakan penindasan komunis. Beliau dipenjara, disiksa , dibebaskan dengan pengawasan ketat, hingga akhir divonis hukuman tembak. akhirnya Allah menyelamatkan beliau ke Cina pada 1928 M untuk kemudian ke Makkah sampai akhir hayat beliau.
Harap diingat, Syaikh Al-Albani dibawa ayahnya, Haji Nuhm dari Albania ke Syria hanya karena Albania menjadi bepaham komunis. Orang2 yang mengerti agama tentu akan  memilih berhijrah dari negara yang berpaham komunis dari pada hidup di bawah naungan komunis.


GELIAT KOMUNIS GAYA BARU (KGB)
Ternyata, PKI (Partai Komunis Indonesia) belumlah musnah dari tanah air Indonesia ini, bahkan keberadaannya akhir-akhir ini semakin meresahkan.
Salah satu media elektronik memberitakan bahwa orang-orang PKI banyak berlabuh dan berkibrah di salah satu partai politik yang berlambang Moncong.
Pengaruh mereka tidak main-main, mereka menduduki posisi strategis di lembaga DPR. Berikut kutipan dari salah satu media, "Nampaknya, PDIP sekarang menjadi tempat penampungan bagi aktivis komunis dan kaum Kristen radikal.
Politisi PDIP, seperti Budiman Sujatmiko, Ribka Ciptaning, Pius Lustrilanang, adalah kader komunis, termasuk anggota DPR RI yang paling gencar menggugat Perda yang dianggap bernuansa syari’ah.
Ribka Tjiptaning, misalnya, dia adalah penulis buku ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI."

Berikut profil si penulis (Ribka Tjiptaning)

Nama            : Dr. Ribka Tjiptaning
Fraksi            : F- PDIP
Partai             : PDIP
Daerah Asal Pemilihan     : Jabar3
Komisi            : Komisi IX
Alamat            : Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat

Riwayat pendidikan:
SD                         : SD N. Kuningan Timur (1971)
SMP                      : SMP Dharma Satria, (1974)
SMA                      : SMAN 14 Jakarta Timur, (1977)
Perguruan Tinggi   : UI (Universitas Indonesia)*, Fak.Kedokteran, (1990)

Riwayat Pekerjaan
Dokter RS Tugu Ibu, 1991
Dokter Kllinik Karya Bakti, 1991
Dokter Klinik Partuha
Dokter Klinik Waluya Sejati Abadi, 1992-skrg
Dokter Perus Puan Maharani, 2000-skrg


*Ralat:
Perguruan Tinggi : UKI (Universitas Kristen Indonesia)