Monday, July 2, 2012

PEDOMAN MOS SMP-SMA-SMK


PEDOMAN PEMBINAAN
MASA ORIENTASI SISWA ( MOS )
TAHUN PELAJARAN 2012/2013



 O
L
E
H

BAMBANG HERI WIBOWO









SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) MOH. HUSNI THAMRIN

Jl. H. S. Nawi No. 37 Situ Gintung – Ciputat Timur
Kota Tangerang Selatan - Banten
Tlp. : 021 – 7421442




BAB I
P E D A H U L U A N



A.  Latar Belakang
     
Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri–ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan lainnya. Kekhususan ini dibutuhkan, karena cara penyampaian materi pendidikan perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis peserta didik. Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu ditinggalkan dan diganti dengan cara belajar yang baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis siswa.
Penyelenggaraan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMP, SMA dan SMK merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan didudukinya. Disamping itu, kegiatan MOS diadakan sebagai upaya untuk menjembatani siswa mengenal berbagai kekhususan dari jenjang pendidikan barunya, baik yang berupa lingkungan fisik, lingkungan sosial maupun program belajar.
     
Untuk jenjang SMP, SMA dan SMK, kegiatan MOS disusun dengan memperhatikan kenyataan bahwa :
1.      Hari–hari pertama adalah masa ketika sebagian besar siswa memasuki lingkungan yang baru, karena teman sekelasnya tidak berasal dari kelas yang sama maupun sekolah yang sama.
2.  Pengalaman–pengalaman awal dalam lingkungan yang baru datang mempengaruhi kesan umum terhadap lingkungan yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu diusahakan agar kesan awal yang terbentuk terhadap lingkungan sekolah baru adalah kesan yang positif dan menyenangkan yang dapat membangkitkan minat belajar pada hari - hari berikutnya.
3.    Siswa-siswa diharapkan dapat menarik kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan, seperti misalnya ketika mengadakan praktikum kimia, fisika dan biologi. Siswa perlu dibantu untuk mengembangkan kerampilan ini, antara lain dengan mulai mengajak siswa memikirkan makna dari kegiatan MOS. Selain harus menyenangkan juga harus mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk memikirkan makna pengalaman ini.

B.     Landasan

1.    Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor  4496) ;
2.      Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
3.     Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan ;
4.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan ;
5.      Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indoneia omor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008, perihal Kegiatan “Masa Orientasi Siswa”


C.  Sasaran
     
      Sasaran MOS adalah siswa baru SMP, SMA dan SMK, Moh. Husni Thamrin Ciputat Timur dengan mengikutsertakan siswa senior, guru dan karyawan sekolah.


D.  Tujuan
1.      Tujuan Umum
Secara umum MOS bertujuan:
a.       Agar siswa baru mengenal kehidupan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar – mengajar.
b.      Memberikan kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan hal – hal yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru, baik yang berkaian dengan lingkungan fisik, lingkungn sosial maupun dengan cara – cara belajar yang baru.

2.      Tujuan Khusus
a.       Membantu siswa mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidikan SMP, SMA dan SMK, sehingga tercipta suasana edukatif dan kondusif ;
b.      Mendorong siswa untuk bersikap proaktif dalam mengenali para guru, tenaga pendidikan dan kakak–kakak kelasnya, sehingga peserta MOS bisa merasa lebih aman berada bersama mereka ;
c.       Membantu siswa baru beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah, dan lingkungan sekolah, mengetahui hak dan kewajiban serta mampu bertanggung jawab dalam kehidupan bersekolah ;
d.      Memahami kehidupan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungannya dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komperehensif
e.       Mendorong siswa untuk memiliki kepercayaan diri sehingga berani mengungkapkan pendapat dan aktif mempertanyakan kebenaran pendapat orang lain.
f.       Mendorong siswa untuk aktif menambah pengetahuannya melalui pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang baru.
g.      Memotivasi siswa agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolahnya, sehingga dapat memahami dan melaksanakan aturan–aturan sekolah dengan baik.
BAB II

PROGRAM KEGIATAN


A.  Prinsip–Prinsip Penyelenggaraan MOS
Penyelenggaraan MOS pada jenjang SMA ini berdasarkan prinsip–prinsip sebagai berikut:

1.      Hari–hari pertama masuk sekolah selama tiga hari, diisi dengan kegiatan masa orientasi siswa yang bersifat edukatif dan bukan mengarah kepada tindakan destruktif dan atau kegiatan lain yang merugikan siswa baru baik secara fisik maupun secara psikologis;
2.      Kegiatan MOS dilakukan selama jam belajar antara lain dengan ceramah, pengenalan terhadap program dan cara belajar, tata tertib, kegiatan ekstrakulikuler, lingkungan serta visi dan misi sekolah, sebagai awal kearah tebentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar;
3.      Pelaksanaan MOS harus didasari prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal dan meriah. Untuk kegiatan–kegiatan MOS perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan.
4.      Pendanaan pelaksanaan MOS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ( APPBS )
5.      Penyelenggaraan MOS bersifat fleksibel/luwes, dapat memilih beberapa acara yang tercantum dalam lampiran juklak ini. Acara yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Harus diingat bahwa daftar kegiatan yang dicantumkan dalam lampiran ini adalah alternatif kegiatan yang bukan kegiatan wajib yang harus seluruhnya dilakukan. Bahkan sekolah dibolehkan mengembangkan acara lain, selama acara itu mendukung tercapainya kegiatan MOS.
6.      Pelaksanaan MOS harus melibatkan secara aktif guru dan siswa senior karena kegiatan MOS merupakan bagian dari hari efektif belajar. Maka pelaksanaannya diatur Kepala Sekolah, siswa senior tidak diliburkan.
7.      Kegiatan MOS dapat dilaksanakan secara terpusat atau secara terpencar. Kegiatan terpusat maksudnya kegiatan yang diikuti sekaligus oleh seluruh siswa baru dan siswa senior dibawah pimpinan seorang fasilitator. Sebaliknya acara terpencar adalah acara yang berlangsung dalam kelompok–kelompok/gugus. Tiap kelompok/gugus dipimpin oleh seorang fasilitator yang berbeda. Fasilitator adalah seseorang yang mengendalikan jalannya acara. Orang ini bisa kepala sekolah, guru, tokoh msyarakat, atau kakak kelas. Pembentukan kelompok/gugus tidak berdasarkan kelas–kelas yang dibentuk. Jumlah anggota kelompok/gugus dapat disesuaikan dengan kelompok/gugus.
8.      Untuk memperlancar kegiatan yang bersifat terpencar, dapat dibentuk subkelompok/ subgugus yang terdiri dari siswa senior, siswa baru, dan guru. Jumlah tiap subkelompok/ subgugus warga sekolah dibatasi antara 5 – 10 orang.
9.      Penyampaian meteri dalam MOS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah dan tidak diperbolehkan mengadakan perpeloncoan dalam bentuk apapun.


B.  Langkah – Langkah Pelaksanaan MOS
1.      Pembentukan Panitia
Panitia MOS sebaiknya sudah selesai dibentuk dan diumumkan sebelum dimulainya liburan akhir tahun pelajaran, sehingga panitia yang ditunjuk dapat melakukan langkah–langkah persiapan.
2.      Pembentukan gugus/kelompok
Jumlah gugus/kelompok yang dibentuk disesuaikan dengan jumlah siswa. Tiap gugus/ kelompok harus beranggotakan minimal 20 dan maksimal 25 siswa baru. Setelah terbentuk jumlah gugus/kelompok, bagilah siswa senior dan guru secara merata ke dalam gugus/kelompok itu. Sedapat mungkin daftar anggota gugus/ kelompok dapat diumumkan sebelum libur akhir tahun pelajaran, agar siswa lama sudah mengetahui gugus/ kelompoknya.
3.      Penentuan Koordinator dan Wakil Koordinator Gugus
Tugaskan masing-masing satu orang guru sebagai Koordinator Gugus/Kelompok warga sekolah dan satu orang guru lain sebagai Wakil Koordinator
4.      Pengarahan Teknis
Para Koordinator dan Wakil Koordinator serta instansi terkait lainnya memberikan penjelasan teknis tentang pelaksanaan MOS.
5.      Penyusunan Acara MOS
Panitia Penyelenggara mengadakan rapat persiapan untuk memilih materi yang sesuai dengan kondisi, yang selanjutnya menyusun jadwal acara, antar gugus dapat mempunyai susunan acara yang berlainan.

Contoh materi MOS:

MATERI WAJIB
MATERI PILIHAN
1.      Wawasan Wiyata Mandala
2.      Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
3.      Tata Krama / Budi Pekerti
4.      Pengenalan Kurikulum SMA
5.      Ibadah Bersama / Bintal
1.      Cara Belajar Efektif Kurikulum
2.      Dinamika Kelompok
3.      Lomba Kreativitas bidang Seni
4.      Lomba Kreativitas bidang Olahraga
5.      Kepemimpinan/ Leadership
6.      Perkenalan dengan Kakak kelas/ Guru/ tenaga kependidikan
7.      Bhakti Sosial
8.      Ceramah Anti Narkoba, HIV/ AIDS
9.      Tata Upacara Bendera di Sekolah
10.  Baris – berbaris
11.  Pengenalan Kegiatan Ekstra Kulikuler
12.  Lain – lain ( disesuaikan dengan kondisi sekolah )



      6.   Penentuan Lokasi Penyelenggaraan
     

C.  Alternatif Acara MOS
            Alternatif acara MOS yang dilampirkan ini dapat dipilih sebagai acara MOS yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing–masing. Petunjuk dan contoh mengenai cara menjalankan kegiatan dapat dilihat pada bagian lampiran.
BAB III

P E N U T U P

            Pedoman Pembinaan Masa Orientasi Siswa (MOS) ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan penyelenggaraan Masa Orientsi Siswa di SM/SMK dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi masing–masing sekolah.

            Pedoman Pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif Kepala Sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

            Mudah–mudahan dengan terselenggaranya MOS dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pembinaan awal kearah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar–mengajar.




Lampiran 1

CONTOH MATERI


MEMBUAT SUASANA GEMBIRA DAN MENYENANGKAN (ICE BREAKING)

1.      Penyambutan “Selamat Datang”.
2.      Sambutan pembukaan oleh Kepala Sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah (kelas, guru, siswa, OSIS, lab/fasilitas, wawasan wiyata mandala, hak dan kewajiban, program dan cara belajar, tata krama, dll.)
3.      Penghangat suasana (perkenalan siswa baru)
4.      Olah raga seni gembira (gabungan siswa baru dan siswa senior)


MENAMBAH WAWASAN
Kunjungan lapangan yang berkaitan dengan:
1.      Lingkungan Hidup            : pantai, taman, sungai, pegunungan dll.
2.      Kewirausahaan                  : kolam ikan, koperasi, pasar, sawah, kebun, warung, dll.
3.      Bakti Sosial                       : panti asuhan, yatim piatu, panti jompo, kebersihan, dll.


MENUMBUHKAN SEMANGAT DEMOKRASI SEJAK DINI
1.      Presentasi ( laporan hasil kunjungan ), diskusi, debat, tanya jawab
2.      Lomba pidato, pengenalan HAM
3.      Diskusi kelompok


Lampiran 2


PEMBUKAAN


Tujuan
a.   Mengawali pembukaan MOS secara resmi
b.   Menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan MOS

Waktu       : 30 – 60 menit tergantung banyaknya hal yang ingin disampaikan, dan tergantung apakah acara ini disatukan dengan upacara bendera atau tidak.
Peralatan   :  alat pengeras suara

Langkah Pelaksanaan
1.      Seluruh siswa senior dan ssiwa baru serta guru dikumpulkan di tempat pelaksanaan acara
2.      Kepala Sekolah menyampaikan ucapan selamat datang pada siswa baru dan himbauan kepada guru serta siswa senior untuk menyambut kedatangan siswa baru dan membantu warga baru ini untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
3.      Kepala Sekolah menyampaikn hal – hal yang dianggap perlu.
4.      Kepala Sekolah secara resmi menyatakan dimulainya acara MOS

Kemungkinan Variasi
Jika acara ini disatukan dengan upacara bendera, maka isi pengarahan Kepala Sekolah dapat diberikan segera setelah upacara selesai.




Lampiran 3


PENGHANGATAN SUASANA DAN PERKENALAN
( 1 )


Tujuan
a.   Menciptakan suasana yang mengurangi ketegangan siswa baru dan membantu siswa baru untuk merasa aman di lingkungan barunya.         
b.   Memberikan siswa baru kesan yang positif terhadap Masa Orientasi Siswa

Waktu             : 30 – 40 menit
Peralatan         : tidak ada peralatan khusus yang dibutuhkan

Langkah Pelaksanaan
a.   Para anggota gugus/kelompok sekolah berkumpul di tempat yang ditentukan untuk acara ini.
b.   Pemimpin acara membagi anggota warga ke dalam subgugus/subkelompok dengan mengusahakan agar dalam tiap subgugus/kelompok ada siswa baru dan siswa senior.
c.   Pemimpin acara meminta setiap subgugus membentuk barisan dengan ketentuan urutan baris dari depan sampai belakang harus berdasarkan abjad nama anggota. Dengan demikian secara tidak langsung para anggota akan saling menanyakan nama.
d.   Setelah semua subgugus/kelompok selesai membentuk barisan, pemimpin acara meminta mereka mengingat urutan itu. Kemudian mereka diminta berbaris menurut ketentuan lain. Sekali ini berdasarkan urutan ulang tahun. Setelah selesai mereka diminta untuk mengingat susunan urutan ini.
e.   Setelah itu sekali lagi mereka diminta untuk membentuk barisan, misalnya berdasarkan jauh dekatnya rumah dengan sekolah.
f.    Pemimpin acara kemudian mengatakan bahwa kegiatan selanjutnya tidak boleh dilakukan dengan suara. Mereka diminta kembali untuk membentuk barisan urutan nama dalam abjad, (tanpa boleh bertanya)
g.   Setelah itu pemimpin acara mengajak seluruh peserta menceritakan kesannya terhadap permainan itu.

Kemungkinan Variasi
a.   Ketentuan untuk menyusun urutan dalam barisan bisa diganti dengan hal–hal lain misalnya jumlah saudara, banyaknya provinsi yang telah dikunjungi, banyaknya huruf yang dipakai untuk menuliskan nama jalan tempat tinggal masing–masing dsb.
b.   Penghangat suasana dapat menggunakan kegiatan yang sama sekali berbeda asal mudah diselenggarakan dan bisa memberikan kesan yang menyenangkan.

Lampiran 4

PENGHANGAT SUASANA DAN PERKENALAN
( 2 )


Topik Kegiatan “Memecahkan Gunung Es”
Tujuan
1.      Untuk menghilangkan sekat pemisah atau rasa kaku diantara peserta, sehingga tercipta suatu suasana yang dinamis,
2.      Untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
3.      Untuk mempercepat proses interaksi sehingga kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih lancar.
Langkah Pelaksanaan
a.   Tahap Pembagian Kelompok
      Terdapat banyak cara untuk membagi kelompok peserta dalam suatu kegiatan. Cara yang paling lazim ditempuh adalah dengan langsung memasukkan nama peserta dalam kelompok. Cara tersebut sah – sah saja, tetapi tentu terasa kaku dan peserta menjadi pasif.
      Agar suasana MOS dinamis dan peserta menjadi aktif, pemandu dapat menempuh cara pembagian kelompok seperti pada contoh atau dengan variasi sendiri.

b.   Ulasan
      Setelah selesai tahap perkenalan, pemandu diharap dapat menyampaikan ulasan kepada para peserta program MOS tentang hikmah dari seluruh rangkaian “Memecah Gunung Es” yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 10 menit.

            Pokok – pokok ulasan yang dapat disampaikan antara lain sbb:
            Secara alami jika sekelompok orang tidak saling mengenal berada dalam suatu lingkungan baru, hal pertama yang nampak hanyalah penampilan luar pribadi mereka, terkesan dingin dan kaku. Mereka diibaratkan puncak – puncak gunung es yang muncul di permukaan air. Hal ini dapat terjadi pula pada peserta MOS, terutama pada hari – hari pertama, karena semua peserta adalah siswa baru.
            Untuk mengantisipasi masalah di atas, perlu diberikan dinamika kelompok dengan topik kegiatan “Memecahkan Gunung Es”. Melalui topik kegiatan ini diharapkan para peserta MOS dapat saling mengenal lebih jauh dan dapat mencairkan kebekuan dan kekakuan antara mereka. Dengan demikian, para peserta lebih siap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.





                     Contoh       : Kegiatan Pembagian Kelompok


1.   Judul                     : Kawan Bernyanyi
2.   Waktu                   : sekitar 15 menit
3.   Jumlah Peserta      : 5 – 8 orang per kalompok
4.   Tempat                  : di dalam kelas
5.   Perlengkapan         :
a.   Kotak untuk tempat potongan kertas
b.   Potongan kertas (4 x 7 cm) yang jumlahnya sebanyak peserta. Pada potongan kertas dicantumkan judul lagu. Jumlah judul lagu sebanyak kelompok yang akan dibentuk.

6.   Prosedur
a.   Pemandu mengumumkan bahwa kelas akan dibagi ke dalam beberapa kelompok.
b.   Pemandu mencapur aduk potongan–potongan kertas yang telah diberi judul lagu dalam kotak di depan kelas.
c.   Pemandu meminta setiap peserta untuk mengambil selembar potongan kertas dari kotak dengan menutup mata
d.   Setelah tiap peserta telah mendapatkan potongan kertas, mereka diminta untuk menyanyikan lagu yang mereka peroleh, namun tidak terlalu keras.
e.   Pemandu menugaskan peserta untuk mencari kawan yang menyanyikan lagu yang sama.
f.    Selama melakukan pencarian, peserta harus dalam keadaan sedang bernyanyi, dilarang berbicara dan bertanya.
g.   Setelah mereka menemukan kawan kelompoknya, mereka diminta untuk duduk berkelompok berdasar kesamaan lagu yang mereka nyanyikan.


                         Contoh : Kegiatan Perkenalan



1.   Judul         : “Kartu Nama Acak”
2.   Waktu       : sekitar 35 menit
3.   Bahan        :
      a.   Kartu kosong berukuran 7 x 10 cm sejumla peserta
      b.   Alat tulis
      c.   Kotak untuk menempatkan kartu
4.   Prosedur
a.       Pemandu memberikan kartu kosong pada tiap peserta
b.      Peserta diminta untuk menulis pada kartu tersebut yaitu nama lengkap dan asal sekolah
c.       Setelah ditulis lengkap, kartu dikumpulkan kembali pada kotak, lalu dicampur aduk oleh pemandu
d.      Peserta diminta untuk mengambil kartu dengan memejamkan mata.
e.       Setelah mendapatkan kartu nama, mereka harus mencari pemilik kartu nama.
f.       Hal pertama yang dilakukan setelah menemukan pemilik kartu nama tsb, peserta harus memperkenalkan diri lalu mewawancarai pemilik kartu tentang biodata selengkapnya.
g.      Setelah waktu wawancara cukup, para peserta kembali ke tempat masing – masing.
h.      Setiap peserta diminta memperkenalkan kepada seluruh kelas tentang pemilik kartu nama serinci mungkin sesuai dengan data yang telah berhasil dicatatnya.



Contoh       : Kegiatan Perkenalan


1.   Judul         : “Ki-Ka”
2.   Waktu       : sekitar 30 menit
3.   Prosedur    :
a.       Pemandu meminta kepada peserta untuk duduk melingkar dalam masing – masing kelompok, sehigga dapat saling melihat.
b.      Setiap peserta menghitung, lalu mereka harus mengingat nomor hitungannya
c.       Peserta diminta untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta.
d.      Pemandu lalu menjelaskan aturan mainnya bahwa ia akan berkata “ ki-ka, ki-ka, ki-ka,………..” bunyi terakhir pemandu harus diperhatikan yaitu bisa “ki”, “ka”, atau “ka-ki”. Pada sat bersamaan, pemandu menyebutkan nama salah satu peserta.
e.       Pemandu menjelaskan kunci permainan yaitu sbb:
Jika buyi terakhir jatuh pada “ki”, maka peserta yang disebut harus berdiri dan menyebukan nama kawan di sebelah kirinya.
Jika jatuh pada “ka”, maka peserta yang disebut juga harus mempekanalkan kawan di sebelah kanannya.
f.       Begitulah seterusnya, sampai waktu memungkinkan.
     



Lampiran 5


PROGRAM CARA BELAJAR


1.   Tujuan                            
      Mengetahui isi program pengajaran dan cara belajar yang efektif di tingkat SMP, SMA dan SMK

2.   Waktu      : 45 menit

3.   Peralatan  : alat tulis, soal – soal untuk kuis, alat peraga ( tidak mutlak harus ada )

4.   Langkah Pelaksanaan    :
      a.   Seluruh anggota kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan
      b.   Pemimpin acara memberikn informasi mengenai isi program belajar SMP, SMA dan SMK dan cara–cara belajar yang efektif.
      c.   Setelah penjelasan selesai, peserta dipersilahkn untuk bertanya.
      d.   Jika tidak ada pertanyaan dan waktu masih memungkinkan, kuis bisa dilaksanakan.
      e.   Pemandu membacakan pertanyaan yang bisa dijawab berebut oleh setiap subgugus. Subgugus yang berhasil menjawab pertanyaan terbanyak, memenangkan permainan ini.

5.   Kemungkinan Variasi
      a.   Subgugus dapat diminta memberikan pertanyaan secara tertulis.
      b.   Kelompok pemenang dapat diberikan hadiah sebagai penghargaan dan penambah semangat kegiatan.


      Lampiran 6


WAWASAN WIYATA MANDALA


1.   Tujuan
      Membuat siswa mengenal dan memahami Wawasan Wiyata Mandala di sekolah.

2.   Waktu      : 30 – 45 menit

3.   Peralatan  : tidak dibutuhkan peralatan khusus

4.   Langkah Pelaksanaan
      a.   Seluruh anggota gugus/kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan.
      b.   Pemimpin acara memberikan informasi tentang lingkungan sekolah dalam rangka Wawasan Wiyatamandala
      c.   Pemimpin acara memberikan kesempatan bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan para peserta tersebut.

5.   Kemungkinan Variasi
a.       Informasi dapat diberikan saat upacara bendera atau upacara penutupan
b.      Informasi dalam gugus kelompok dapat dilanjutkan dengan kuis
c.       Informasi dapat dilanjutkan dengan lomba membuat poster/ karikatur/ kartun yang berisi anjuran pelaksanaan Wiyata Mandala



Lampiran 7

OBSERVASI LINGKUNGAN
DALAM RANGKA WAWASAN WIYATA MANDALA



1.   Tujuan
      Membantu siswa mengenali lingkungan sekolah sebagai bagian dari Wiyata Mandala

2.   Waktu       : 60 menit

3.   Peralatan  :  a. satu lembar kertas polos untuk tiap siswa
                           b. alat tulis

4.   Langkah Pelaksanaan
      a.   Seluruh anggota gugus/kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan
      b.   Pemimpin acara menugaskan siswa lama untuk menjelaskan gambaran mengenai lingkungan sekolah.
      c.   Para siswa baru ditugaskan untuk membuat peta sekolah berdasarkan informasi yang diterima dari siswa lama
      d.   Siswa lama diminta untuk mengoreksi hasil peta yang dibuat peserta
      e.   Sisa waktu dapat digunakan untuk tanya jawab dan komentar dari para siswa


Lampiran 8


HAK DAN KEWAJIBAN SISWA BARU


1.   Tujuan
      Membantu siswa baru mengenali hak dan kewajibannya di sekolah baru

2.   Waktu       : 45 menit

3.   Peralatan  : tidak dibutuhkan peralatan khusus

4.   Langkah Pelaksanaan
a.       Seluruh anggota gugus/kelompok berkumpul di ruangan kelas atau tempat lain yang memadai
b.      Pemimpin acara menjelaskan mengenai hak dan kewajiban siswa baru
c.       Setiap subgugus/siswa ditugaskan untuk membuat ringkasan mengenai hak dan kewajiban siswa baru
d.      Tiap wakil subgugus/siswa membacakan hasil ringkasannya di depan kelas

5.   Kemungkinan Variasi
      a.   Tugas membuat kuis/sosiodrama
      b.   Tugas membuat ringkasan bisa diganti misalnya membuat puisi, dll.


Lampiran 9


SENI GEMBIRA


1.   Tujuan
      a.   Mendorong siswa untuk menghargai hal–hal yang berkaitan dengan kesenian
      b.   Memberi kesempatan para siswa untuk berekspresi

2.   Waktu      : 60 – 90 menit

3.   Peralatan  : tidak dibutuhkan peralatan khusus

4.   Langkah Pelaksaaan
      a.   Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan
    b. Tiap gugus/ kelompok diberi waktu 20 menit untuk merundingkan suatu ekspresi seni yang akan mereka lakukan, dengan catatan lama penampilan maksimum 5 menit.
      c.  Setelah kesempatan berunding habis, pemimpin acara mengundi nomor urutan penampilan masing – masing kelompok.
      d.   Di akhir acara, pemimpin acara mengumumkan gugus/kelompok yang dinilai terbaik.

5.   Kemungkinan Variasi
      a.   Gugus / kelompok terbaik bisa diberikan hadiah
      b.   Pemimpin acara dapat mempersempit pilihan ekpresi seni dengan menentukan jenis keseniannya melalui kocokan.

Lampiran 10


LOMBA OLAHRAGA GEMBIRA


1.   Tujuan
      a.   Memberikan selingan bagi acara – acara yang lebih berorientasi pada berpikir
      b.   Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam MOS

2.   Waktu      : 30 – 45 menit

3.   Peralatan  : disesuaikan dengan jenis olahraga yang dipilih

4.   Langkah Pelaksanaan
      a.   Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan
      b.   Pemimpin acara menentukan jenis olahraga yang akan dipertandingkan antar gugus / kelompok (misalnya tarik tambang, lari kencang, makan kerupuk, dsb.)
      c.   Pemimpin acara memimpin pelaksanaan lomba

5.   Kemungkinan Variasi
      Kegiatan olahraga gembira dapat dilakukan lebih dari satu kali dan bersifat menyenangkan.


Lampiran 11


PENGEMBANGAN SIKAP DEMOKRATIK


1.   Tujuan
      Menanamkan kesadaran pada para siswa bahwa setiap orang berhak berbeda pendapat

2.   Waktu       : 60 menit

3.   Peralatan  : tidak dibutuhkan peralatan khusus

4.   Langkah Kegiatan
      a.   Seluruh anggota gugus / kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan.
      b.   Beberapa siswa ditunjuk untuk menceritakan kegemaran mereka dan cita – cita mereka kelak
      c.   Mereka juga diminta untuk mendikusikan apa yang kira – kira terjadi apabila semua orang diharuskan mempunyai kegemaran yang sama dan cita – cita yang sama, lalu diminta untuk menjelaskan hasil diskusi tersebut.
      d.   Pemimpin acara menjelaskan prinsip dasar demokrasi yaitu bahwa setiap orang punya hak untuk berbeda pendapat. Setiap orang kegemaran yang berbeda sesuai dengan minatnya.

5.   Kemungkinan Variasi
Pertanyaan tentang kegemaran bisa diganti dengan pertanyaan tentang favorit atau makanan kesukaan

Lampiran 12


BAKTI SOSIAL


1.   Tujuan
      Membantu siswa menumbuhkan kesadaran akan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial masyarakat

2.   Waktu       : disesuaikan dengan kondisi sekolah

3.   Peralatan  : disesuaikan dengan kebutuhan

4.   Langkah Pelaksanaan
      a.   Seluruh anggota gugus/kelompok berkumpul di sekolah
b.   Pemimpin acara menjelaskan kepada tiap subgugus/kelompok yang berkaitan dengan bakti sosial yang akan dilaksanakan
c.   Masing–masing subgugus/kelompok menuju ke lokasi yang telah dilakukan untuk melakukan bakti sosial
      d.   Bakti sosial dapat dilakukan dengan mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dll.