Tuesday, July 17, 2012

?!

Mengerti

Aku berhenti terlalu lama pada sebuah tepian.
Meratapi apa yang terjadi, kemudian menangis.
Memandang sungai di hadapanku.
Ada pantulan wajahku yang lelah, penat, penuh dengan emosi.

Aku biarkan diri ini terdiam lebih lama di sana.
Hanya memandangi sungai dan pohon-pohon dari kejauhan.
Ketika aku ingat lagi apa yang aku jalani
Aku menangis lagi, menangis lebih keras…

Ada beberapa orang menyapa
mengajakku bangkit
mengajakku menempuh jalan yang sama dengan mereka

Tapi, lagi-lagi aku bergeming
kembali menatap sungai yang alirannya deras, bergerak melintasi bebatuan
kerikil, batu-batu besar tak menjadi penghalang air itu…

Aku tatap langit yang begitu luas
awan-awan berarak menghiasinya, indah… subhanallah begitu indah

Kupandang gunung tinggi di kejauhan
Kutatap pohon-pohon besar di dekatku…

Cukup bagiku untuk mengerti
aliran deras air itu yang tak pernah kalah dengan batu besar sekalipun
langit luas merona tak akan habis menyimpan berjuta rindu
pohon-pohon besar yang kokoh…
kuat… walau diterpa angin sekencang itu.
……
Cukupkah bagiku untuk mengerti
Bimbangku kau tak bimbang

Bimbangku kau tak bimbang
paruku terbakar
Bimbangku kau tak bimbang
hidungku menghitam
Bimbangku kau tak bimbang
kulitku membahang
Bimbangku kau tak bimbang
di jam makanmu
bumi merayap dalam pusara
Hujan

rintik mengalun sunyi
jatuh bergantung sepi
antara diri yang sendiri
mencoba ukir sebuah ilusi
tentang hati
yang terus menanti
ada apa?

tegak berdiri memandang lekat pada wajah
melihat diri dengan seksama
seketika gundah membawa gulana pada jiwa
wajah tercekat pucat pasi
bibir terkatup membiru
tangan terkepal erat menahan getar
sebait kalimat tanya melintas, ada apa?
silent..!!