Tuesday, July 24, 2012

POLIGAMI-2

Ba'da ashar iseng-iseng membuka-buka majalah-majalah bekas yang dijual oleh pedagang kaki lima di depan Masjid Al-Jihad Ciputat, tertarik dengan poligami yang mendapat banyak komentar dan pencerahan di FB dari Mba Yu Endang Rudiatin, mas Bro Hassan Giefra dan sohib yang lainnya, saya menemukan Majalah Qiblati edisi Dzulhijjah 1427 H yang sudah lecek namun masih enak dibaca. Ketemulah bahasan soal POLIGAMI dan pro kontranya. saya jadi tertarik mengkaji soal POLIGAMI walaupun saya POLIGAMER (istilah saya untuk para pelaku POLIGAMI)


Apakah Surat An-Nisa Ayat 129 Merupakan Dalil Bahwa Poligami Itu Terlarang?

Perhatikan ayat berikut:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 129)

Para (ma'af) penentang poligami mengatakan bahwa: "ini adalah dalil bahwa poligami itu haram sebab dalam ayat ini dijelaskan ketidakmungkinan bagi para suami untuk berlaku adil".

Mari kita telaah dari dua sisi;
Pertama, dengan salah satu kaidah terbesar dalam manhaj salaf: Jika itu benar maka tentunya wajib bagi Rasulullah SAW dan para sahabatnya r.a. untuk menceraikan istri-istri mereka seketika setelah turunnya ayat ini dan cukup bagi mereka satu istri saja. Akan tetapi mereka semua tidak melakukannya. Sekali-kali tidak mungkin SAW dan para sahabatnya r.a.  menyelisihi dengan sengaja perintah Allah SWT
Kedua, mari kita lihat kembali apa definisi adil yang disyaratkan dalam sebuah poligami. Apakah adil dalam kecenderungan hati/cinta atau adil dalam artia yang lain? Dan mari kita bandingkan definisi adil menurut para ‘ulama dengan adil menurut para (ma’af) juhalaa’. Marilah kita perhatikan kedua ayat berikut:
Pertama, Allah berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. (An-Nisa: 3).

Kedua,  Allah berfirman:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 129)

Nah pertanyaannya, bagaimana cara menggabungkan dua ayat ini? keadilan bagaimanakah yang dikehendaki? Inilah penjelasan dari para ‘ulama besar kaum muslimin:
Imam Al-Qurthubi berkata: “Allah mengabarkan ketidakmampuan merealisasikan keadilan di antara para istri adalah dalam masalah cinta, jima’ dan bagian hati. Allah telah menjelaskan sifat manusia bahwa mereka adalah makhluk yang tidak mampu menguasai kecondongan hati mereka terhadap sebagian, tidak  kepada sebagai yang lain.”
Oleh karena itulah Rasulullah SAW membagi nafkah di antara para istri beliau dengan adil kemudian bersabda  (artinya): “Ya Allah, ini adalah pembagianku terhadap apa yang aku mampu menguasainya, maka janganlah mencelaku terhadap apa yang Engkau kuasai dan tidak kukuasai (maksudnya adalah hati). (H.R. Abu Dawud: 1822)
Kemudian Allah melarang berlebih-lebihan dalam kecenderungan dengan firman-Nya (artinya): “Karena itu jangalah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai)” maksud ayat ini adalah janganlah kalian sengaja berbuat buruk sebagaimana dikatakan oleh Mujahid (Ahli tafsir besar dari kalangan tabi’in sekaligus murid Ibnu ‘Abbas r.a.): “Konsistenlah untuk berbuat adil dalam pembagian giliran dan nafkah, dikarenakan ini termasuk hal yang mampu diusahakan.”  (Al-Jami’ Li Ahkamil Quran).
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memiliki dua istri, dan tidak  berbuat adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan separuh badannya miring” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Maksudnya adalah yang tidak berbuat adil dalam nafkah dan menginap bukan dalam masalah cinta dan hasrat hati. Tidak ada seorangpun yang mampu menguasai hatinya kecuali Rabb yang menciptakan hati tersebut. Sedangkan keadilan yang disyaratkan adalah adil secara lahir yang bisa dilakukan oleh manusia yaitu perhatian, bimbingan, pelayanan kebutuhan bukan keadilan dalam cinta, kasih sayang dan jima’ (seks) yang itu semua kembali kepada minat hati.

Muhammad bin Sirin berkata:  “Aku bertanya kepada Ubaidah tentang ayat ini dan dia berkata: “Adil yang tidak bisa dipenuhi yaitu dalam masalah cinta dan jima’.

Abu Bakr Ibnul ‘Arabiy (seorang Ahli Tafsir) berkata tentang cinta: “Yang demikian itu (adil dalam masalah cinta-pen) tidak dimiliki oleh seorangpun, bahkan hatinya berada di antara jari-jemari Ar-rahman. Dia merubah-rubahnya sekehendak-Nya. Begitupula jima’, kadang Dia berhasrat kepada seseorang, tidak kepada yang lain. Maka tidak ada dosa atasnya dikarenakan dia tidak mampu melakukannya”.

Imam Al-Khaththabiy berkata: “Wajibnya menggilir diantara istri-istri mereka. Adapun yang dibenci dalam kecendeungan  disini adalah kecenderungan pergaulan yang berhubungan dengan masalah hak materi dan bukan kecenderungan hati.”

Kesimpulannya adalah bahwa kecenderungan hati atau kecintannya kepada salah satu istri yang lebih besar daripada yang lain wajib tetap berada pada tempatnya yaitu di dalam hati. Tidak boleh ditampakkan dengan ucapan maupun perbuatan agar tidak menyakiti istri-istri yang lainnya. Juga tidak boleh mengurangi maslahat para istri yang lain dan anak-anaknya demi memenuhi kecintaannya kepada seorang istri yang lebih dicintainya berikut anak-anaknya. Kita adalah manusia bukan malaikat. Oleh karena itu kita wajib berbuat adil sebatas kemampuan kita. Sementara keadilan mutlak itu hanya ada di akhirat di sisi Allah yang tidak ada seorangpun yang terzhalimi disisi-Nya.  Wallahua’lam.

Sunday, July 22, 2012

POLIGAMI (Apa & Bagaimana)


Bismillahirrahmanirrahim


Tiba-tiba malam hari ini terlintas untuk menulis tentang POLIGAMI. Sebenarnya ini merupakan hasil perbincangan dengan beberapa orang sahabat pada saat istirahat dalam obrolan ringan di kantor. Teringat akan manfaat dari tulisan ini maka saya beranikan juga menulis persoalan yang sangat-sangat harapkan oleh kaum Adam namun sulit diterima oleh kaum Hawa. Namun hendaknya stiap orang laki-laki dan perempuan menyampaikan dan berlapang dada menerima untuk menerima kebenaran. karena seringkali kebenaran itu pahit dirasakan namun sesungguhnya banyak manfaat dari kebenarana itu yang belum kita ketahui sehingga kita cenderung menutup diri atas kebenaran itu bahkan tidak jarang langsung mem-VONIS bahwa itu adalah salah. apa saja ilmu yang benar. Tidak ada ilmu yang lebih benar sekiranya hendak dibandingkan dengan ajaran atau ilmu syariat Islamiah.

·         Pengertian Poligami
Poligami adalah memiliki isteri lebih dari seorang pada suatu masa, bisa dua, tiga atau empat secara sekaligus sebagaimana yang ditetapkan oleh Islam. Lebih daripada itu tidak dibenarkan. Lawannya ialah monogami yaitu memiliki hanya seorang isteri pada suatu masa.
·         Syari’at Poligami
Hukum berpoligami tidak ada nash yang jelas menyuruh atau melarangnya. Manakala mengaplikasikan poligami dalam kehidupan seseorang muslim adalah karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang juga memiliki lebih daripada seorang isteri pada masanya. Dalil yang mengharuskan poligami adalah al-Qur'an dan as-Sunnah Rasulullah SAW sendiri. Kendatipun demikian, pernikahan lebih dari seorang istri (poligami) sampai batasan empat yang hukum asalnya adalah harus, bisa menjadi wajib hukumnya melihat keadaan atau situasi dan kondisi seseorang muslim (seperti misalnya tidak dapat mengontrol nafsu sehingga dikhawatirkan menjerumuskankan dirinya ke lembah perzinaan, atau karena keterbatasan istrinya sehinga tidak bisa memberikan keturunan, dll). Poligami juga bisa jadi haram jika misalnya niat pernikahannya (berpoligami) karena ingin merebut harta atau menganiayai perempuan yang bakal dinikahi itu atau pemuas nafsu sek belaka.

·         Logika Poligami
Maha suci Allah yang menjadikan manusia dan mensyariatkan (mengharuskan) kepada mereka berpoligami. Hikmah yang paling tepat hanyalah diketahui oleh Allah yang Maha Mencipta, di sini hanya sekadar pendapat, saya ingin gariskan beberapa fakta (sekiranya boleh dianggap sedemikian) rasionalnya poligami diharuskan oleh syara’.

·         Kemaslahatan (Kebaikan) Poligami
Setiap ajaran Islam merupakan maslahah (kebaikan) bagi umat manusia. Tidak ada sesuatu perkara (walau sekecil sel) yang dianjurkan dalam Islam tidak mengandungi maslahah atau kebaikan. Maksudnya ialah, poligami ini seperti obat yang dibutuhkan sesuai keperluannya. Karena setiap maslahah itu ada kadarnya yang tertentu. Seperti juga obat, walaupun ia mujarab namun ia tetap ada kadar (dosis) tertentu untuk diambil.
Poligami adalah obat yang baik (maslahah) bagi seseorang suami yang ingin (dan layak mengikut syara’) menikahi isteri lebih daripada seorang. Ia juga obat bagi seorang perempuan yang tidak dapat melahirkan atau tidak bisa memenuhi kebutuhan suaminya, had atau kadar poligami terletak pada kemampuan orang yang ingin melakukannya. Di sini syari’at menetapkan syarat, yakni berlaku adil. Kemampuan seseorang lelaki berlaku adil terhadap isteri-isterinya. Jadi, poligami merupakan jalan keluar atau obat bagi masalah yang dihadapi oleh muslim atau muslimah yang tersebut di atas.

·         Fitrah Poligami
Kita semua maklum bahwa Islam merupakan agama fitrah. Setiap ajarannya sama sekali tidak akan bertentangan dengan sifat atau fitrah kejadian manusia bahkan seluruh alam. Begitu juga poligami. Islam hanya membenarkan kepada suami berpoligami tidak kepada isteri. Tidak dibenarkan isteri memiliki lebih daripada seorang suami (poliandri) pada suatu masa. Itu adalah fitrah.
Fitrahnya, isteri mengandung anaknya selama lebih kurang sembilan bulan. Suami tidak sama sekali. Seandainya seorang isteri berpoliandri, katakan memiliki tiga orang suami pada suatu masa. Suami A menghendakinya melahirkan 3 orang anak yang akan di-bin-kan kepada garis nasabnya. Suami B pula 4 orang, dan suami C 2 orang. Sebagai contoh, suami A telah mendapat dua anak yang di-bin-kan (di nasabkan) kepadanya. Tahun berikutnya isteri mengandung lagi. Setelah anak tersebut dilahirkan maka didapati (dengan menggunakan berbagai cara termasuk penelitian melalui analisis DNA) ia adalah anak suami A. Maka pada masa itu suami A berasa puas, sementara suami B (yang baru) terasa tertekan.
Usaha dilanjutkan pada tahun yang berikutnya. Didapati hasilnya tetap sama. Anak yang dilahirkan adalah zuriat (benih) dari suami A juga. Bagaimana perasaan suami B yang telah menunggu kelahiran zuriatnya (benihnya)? Dan bagaimana pula perasaan suami C yang terpaksa menunggu entah berapa puluh tahun? Sementara si isteri hanya bisa melahirkan anak seorang saja setiap tahunnya. Itu adalah fitrah bagi perempuan yang hanya disunnahkan Allah untuk bersalin setahun sekali.
Persoalan sebaliknya jika suami berpoligami maka seorang isterinya boleh saja melahirkan seberapa anak yang diingini. Bagi suami, ia boleh menerima 4 orang anak dalam masa setahun. Tidak menjadi masalah karena dia tidak perlu mengandung. Itulah fitrah kejadian manusia. Lelaki dan perempuan. Sunnah kejadian Allah pada makhluk-makhlukNya.

·         Memerangi Nafsu Adalah Jihad yang Tertinggi
Seandainya ada perasaan yang menghalangi dalam berpoligami, ketahuilah bahwa memerangi perasaan (HAWA NAFSU) tersebut merupakan suatu jihad yang pernah diibaratkan oleh Rasulullah sebagai perjuangan yang lebih hebat daripada medan perang. Semua pihak suami atau isteri perlu melakukan jihad salam hal ini. Seorang suami perlu berusaha, berdaya upaya semampunya dan sang istripun hendaklah berdaya upaya serta memberi motivasi kepada suaminya.

·         Kesimpulan
Tulisan ini dijelaskan bahwa sebagai umat Islam, kita perlu mengatasi perasaan dan hawa nafsu (emosi negatif) apabila berhadapan dengan sesuatu tuntutan dalam mengaplikasikan ajaran-NYA. Sekiranya masih ada pihak yang mempersoalkan rasionalitas dengan disyariatkannya poligami maka hendaklah bertaubat. Bahkan sebagai individu muslim lelaki atau perempuan, perlu berusaha ke arah itu dalam menangani berbagai (sangat banyak) masalah yang timbul karena syariat poligami yang mulia ini dipandang ringan. Setiap kita perlu berusaha (terutama mencari ilmu serta pemahaman yang sebenar-benarnya mengenai syari’at ini).
Penyakit utama umat Islam dalam hal ini adalah; lelaki yang berkemampuan tetapi dilarang untuk berpoligami baik oleh dirinya sendiri (karena kekurangan ilmu atau kemampuan fisik, kewenangan dll) atau pasangan masing-masing. Kedua-dua faktor yang membonsai (melarang) kemajuan poligami ini perlu ditangani. (Wallahu a’lam)

Tuesday, July 17, 2012

?!

Mengerti

Aku berhenti terlalu lama pada sebuah tepian.
Meratapi apa yang terjadi, kemudian menangis.
Memandang sungai di hadapanku.
Ada pantulan wajahku yang lelah, penat, penuh dengan emosi.

Aku biarkan diri ini terdiam lebih lama di sana.
Hanya memandangi sungai dan pohon-pohon dari kejauhan.
Ketika aku ingat lagi apa yang aku jalani
Aku menangis lagi, menangis lebih keras…

Ada beberapa orang menyapa
mengajakku bangkit
mengajakku menempuh jalan yang sama dengan mereka

Tapi, lagi-lagi aku bergeming
kembali menatap sungai yang alirannya deras, bergerak melintasi bebatuan
kerikil, batu-batu besar tak menjadi penghalang air itu…

Aku tatap langit yang begitu luas
awan-awan berarak menghiasinya, indah… subhanallah begitu indah

Kupandang gunung tinggi di kejauhan
Kutatap pohon-pohon besar di dekatku…

Cukup bagiku untuk mengerti
aliran deras air itu yang tak pernah kalah dengan batu besar sekalipun
langit luas merona tak akan habis menyimpan berjuta rindu
pohon-pohon besar yang kokoh…
kuat… walau diterpa angin sekencang itu.
……
Cukupkah bagiku untuk mengerti
Bimbangku kau tak bimbang

Bimbangku kau tak bimbang
paruku terbakar
Bimbangku kau tak bimbang
hidungku menghitam
Bimbangku kau tak bimbang
kulitku membahang
Bimbangku kau tak bimbang
di jam makanmu
bumi merayap dalam pusara
Hujan

rintik mengalun sunyi
jatuh bergantung sepi
antara diri yang sendiri
mencoba ukir sebuah ilusi
tentang hati
yang terus menanti
ada apa?

tegak berdiri memandang lekat pada wajah
melihat diri dengan seksama
seketika gundah membawa gulana pada jiwa
wajah tercekat pucat pasi
bibir terkatup membiru
tangan terkepal erat menahan getar
sebait kalimat tanya melintas, ada apa?
silent..!!

Friday, July 6, 2012

She's Gone - Steal Heart

video video

She's Gone


She’s Gone











She’s gone,
Out of my life.
I was wrong,
I’m to blame,
I was so untrue.
I can’t live without her love.


In my life
There’s just an empty space.
All my dreams are lost,
I’m wasting away.
Forgive me, girl.

(Chorus I)
Lady, won’t you save me?
My heart belongs to you.
Lady, can you forgive me?
For all I’ve done to you.
Lady, oh, lady, oh lady.....

She’s gone,
Out of my life.
Oh, she’s gone.

I find it so hard to go on.
I really miss that girl, my love.
Come back into my arms.
I’m so alone,
I’m begging you,
I’m down on my knees.
Forgive me, girl.

(Back to chorus I)

(Chorus x2)
Lady, oh, lady.
My heart belongs to you.
Lady, can you forgive me?
For all I’ve done to you.

By : Steal Heart

Wednesday, July 4, 2012

Lirik KokoRo No Tomo versi Indonesia

KOKORO NO TOMO

cintamu terbayang selalu
hingga waktu tidurku
saat kau menyebut namaku
kau memanggilku sayang

ketika cinta semakin dalam
segalanya pun berubah
kenangan indah tak terlupakan
menjadikan suatu pertanda

kau buka pintu hatiku
dalam kesepianku kau beri
sentuhan tulus cinta darimu
hapus air mataku

cintamu terbayang selalu
sebuah perjalanan yg panjang
saat kau menyebut namaku
kau memanggilku sayang



(kokoro berarti hati & tomo berarti teman
jika di gabungkan memiliki arti padanan kurang lebih 
SOUL MATE)

Monday, July 2, 2012

PEDOMAN MOS SMP-SMA-SMK


PEDOMAN PEMBINAAN
MASA ORIENTASI SISWA ( MOS )
TAHUN PELAJARAN 2012/2013



 O
L
E
H

BAMBANG HERI WIBOWO









SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) MOH. HUSNI THAMRIN

Jl. H. S. Nawi No. 37 Situ Gintung – Ciputat Timur
Kota Tangerang Selatan - Banten
Tlp. : 021 – 7421442




BAB I
P E D A H U L U A N



A.  Latar Belakang
     
Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri–ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan lainnya. Kekhususan ini dibutuhkan, karena cara penyampaian materi pendidikan perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis peserta didik. Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu ditinggalkan dan diganti dengan cara belajar yang baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis siswa.
Penyelenggaraan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMP, SMA dan SMK merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan didudukinya. Disamping itu, kegiatan MOS diadakan sebagai upaya untuk menjembatani siswa mengenal berbagai kekhususan dari jenjang pendidikan barunya, baik yang berupa lingkungan fisik, lingkungan sosial maupun program belajar.
     
Untuk jenjang SMP, SMA dan SMK, kegiatan MOS disusun dengan memperhatikan kenyataan bahwa :
1.      Hari–hari pertama adalah masa ketika sebagian besar siswa memasuki lingkungan yang baru, karena teman sekelasnya tidak berasal dari kelas yang sama maupun sekolah yang sama.
2.  Pengalaman–pengalaman awal dalam lingkungan yang baru datang mempengaruhi kesan umum terhadap lingkungan yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu diusahakan agar kesan awal yang terbentuk terhadap lingkungan sekolah baru adalah kesan yang positif dan menyenangkan yang dapat membangkitkan minat belajar pada hari - hari berikutnya.
3.    Siswa-siswa diharapkan dapat menarik kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan, seperti misalnya ketika mengadakan praktikum kimia, fisika dan biologi. Siswa perlu dibantu untuk mengembangkan kerampilan ini, antara lain dengan mulai mengajak siswa memikirkan makna dari kegiatan MOS. Selain harus menyenangkan juga harus mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk memikirkan makna pengalaman ini.

B.     Landasan

1.    Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor  4496) ;
2.      Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
3.     Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan ;
4.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan ;
5.      Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indoneia omor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008, perihal Kegiatan “Masa Orientasi Siswa”


C.  Sasaran
     
      Sasaran MOS adalah siswa baru SMP, SMA dan SMK, Moh. Husni Thamrin Ciputat Timur dengan mengikutsertakan siswa senior, guru dan karyawan sekolah.


D.  Tujuan
1.      Tujuan Umum
Secara umum MOS bertujuan:
a.       Agar siswa baru mengenal kehidupan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar – mengajar.
b.      Memberikan kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan hal – hal yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru, baik yang berkaian dengan lingkungan fisik, lingkungn sosial maupun dengan cara – cara belajar yang baru.

2.      Tujuan Khusus
a.       Membantu siswa mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidikan SMP, SMA dan SMK, sehingga tercipta suasana edukatif dan kondusif ;
b.      Mendorong siswa untuk bersikap proaktif dalam mengenali para guru, tenaga pendidikan dan kakak–kakak kelasnya, sehingga peserta MOS bisa merasa lebih aman berada bersama mereka ;
c.       Membantu siswa baru beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah, dan lingkungan sekolah, mengetahui hak dan kewajiban serta mampu bertanggung jawab dalam kehidupan bersekolah ;
d.      Memahami kehidupan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungannya dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komperehensif
e.       Mendorong siswa untuk memiliki kepercayaan diri sehingga berani mengungkapkan pendapat dan aktif mempertanyakan kebenaran pendapat orang lain.
f.       Mendorong siswa untuk aktif menambah pengetahuannya melalui pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang baru.
g.      Memotivasi siswa agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolahnya, sehingga dapat memahami dan melaksanakan aturan–aturan sekolah dengan baik.
BAB II

PROGRAM KEGIATAN


A.  Prinsip–Prinsip Penyelenggaraan MOS
Penyelenggaraan MOS pada jenjang SMA ini berdasarkan prinsip–prinsip sebagai berikut:

1.      Hari–hari pertama masuk sekolah selama tiga hari, diisi dengan kegiatan masa orientasi siswa yang bersifat edukatif dan bukan mengarah kepada tindakan destruktif dan atau kegiatan lain yang merugikan siswa baru baik secara fisik maupun secara psikologis;
2.      Kegiatan MOS dilakukan selama jam belajar antara lain dengan ceramah, pengenalan terhadap program dan cara belajar, tata tertib, kegiatan ekstrakulikuler, lingkungan serta visi dan misi sekolah, sebagai awal kearah tebentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar;
3.      Pelaksanaan MOS harus didasari prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal dan meriah. Untuk kegiatan–kegiatan MOS perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan.
4.      Pendanaan pelaksanaan MOS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ( APPBS )
5.      Penyelenggaraan MOS bersifat fleksibel/luwes, dapat memilih beberapa acara yang tercantum dalam lampiran juklak ini. Acara yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Harus diingat bahwa daftar kegiatan yang dicantumkan dalam lampiran ini adalah alternatif kegiatan yang bukan kegiatan wajib yang harus seluruhnya dilakukan. Bahkan sekolah dibolehkan mengembangkan acara lain, selama acara itu mendukung tercapainya kegiatan MOS.
6.      Pelaksanaan MOS harus melibatkan secara aktif guru dan siswa senior karena kegiatan MOS merupakan bagian dari hari efektif belajar. Maka pelaksanaannya diatur Kepala Sekolah, siswa senior tidak diliburkan.
7.      Kegiatan MOS dapat dilaksanakan secara terpusat atau secara terpencar. Kegiatan terpusat maksudnya kegiatan yang diikuti sekaligus oleh seluruh siswa baru dan siswa senior dibawah pimpinan seorang fasilitator. Sebaliknya acara terpencar adalah acara yang berlangsung dalam kelompok–kelompok/gugus. Tiap kelompok/gugus dipimpin oleh seorang fasilitator yang berbeda. Fasilitator adalah seseorang yang mengendalikan jalannya acara. Orang ini bisa kepala sekolah, guru, tokoh msyarakat, atau kakak kelas. Pembentukan kelompok/gugus tidak berdasarkan kelas–kelas yang dibentuk. Jumlah anggota kelompok/gugus dapat disesuaikan dengan kelompok/gugus.
8.      Untuk memperlancar kegiatan yang bersifat terpencar, dapat dibentuk subkelompok/ subgugus yang terdiri dari siswa senior, siswa baru, dan guru. Jumlah tiap subkelompok/ subgugus warga sekolah dibatasi antara 5 – 10 orang.
9.      Penyampaian meteri dalam MOS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah dan tidak diperbolehkan mengadakan perpeloncoan dalam bentuk apapun.


B.  Langkah – Langkah Pelaksanaan MOS
1.      Pembentukan Panitia
Panitia MOS sebaiknya sudah selesai dibentuk dan diumumkan sebelum dimulainya liburan akhir tahun pelajaran, sehingga panitia yang ditunjuk dapat melakukan langkah–langkah persiapan.
2.      Pembentukan gugus/kelompok
Jumlah gugus/kelompok yang dibentuk disesuaikan dengan jumlah siswa. Tiap gugus/ kelompok harus beranggotakan minimal 20 dan maksimal 25 siswa baru. Setelah terbentuk jumlah gugus/kelompok, bagilah siswa senior dan guru secara merata ke dalam gugus/kelompok itu. Sedapat mungkin daftar anggota gugus/ kelompok dapat diumumkan sebelum libur akhir tahun pelajaran, agar siswa lama sudah mengetahui gugus/ kelompoknya.
3.      Penentuan Koordinator dan Wakil Koordinator Gugus
Tugaskan masing-masing satu orang guru sebagai Koordinator Gugus/Kelompok warga sekolah dan satu orang guru lain sebagai Wakil Koordinator
4.      Pengarahan Teknis
Para Koordinator dan Wakil Koordinator serta instansi terkait lainnya memberikan penjelasan teknis tentang pelaksanaan MOS.
5.      Penyusunan Acara MOS
Panitia Penyelenggara mengadakan rapat persiapan untuk memilih materi yang sesuai dengan kondisi, yang selanjutnya menyusun jadwal acara, antar gugus dapat mempunyai susunan acara yang berlainan.

Contoh materi MOS:

MATERI WAJIB
MATERI PILIHAN
1.      Wawasan Wiyata Mandala
2.      Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
3.      Tata Krama / Budi Pekerti
4.      Pengenalan Kurikulum SMA
5.      Ibadah Bersama / Bintal
1.      Cara Belajar Efektif Kurikulum
2.      Dinamika Kelompok
3.      Lomba Kreativitas bidang Seni
4.      Lomba Kreativitas bidang Olahraga
5.      Kepemimpinan/ Leadership
6.      Perkenalan dengan Kakak kelas/ Guru/ tenaga kependidikan
7.      Bhakti Sosial
8.      Ceramah Anti Narkoba, HIV/ AIDS
9.      Tata Upacara Bendera di Sekolah
10.  Baris – berbaris
11.  Pengenalan Kegiatan Ekstra Kulikuler
12.  Lain – lain ( disesuaikan dengan kondisi sekolah )



      6.   Penentuan Lokasi Penyelenggaraan
     

C.  Alternatif Acara MOS
            Alternatif acara MOS yang dilampirkan ini dapat dipilih sebagai acara MOS yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing–masing. Petunjuk dan contoh mengenai cara menjalankan kegiatan dapat dilihat pada bagian lampiran.
BAB III

P E N U T U P

            Pedoman Pembinaan Masa Orientasi Siswa (MOS) ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan penyelenggaraan Masa Orientsi Siswa di SM/SMK dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi masing–masing sekolah.

            Pedoman Pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif Kepala Sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

            Mudah–mudahan dengan terselenggaranya MOS dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pembinaan awal kearah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar–mengajar.


Cara Membuat Menu Pulldown Plus Tombol/Button ~ Tips Trik Blogger & SEO Blogspot Original | Buka(n) Rahasia Lagi!

Cara Membuat Menu Pulldown Plus Tombol/Button ~ Tips Trik Blogger & SEO Blogspot Original | Buka(n) Rahasia Lagi!

Tentang Cinta

Suka, Sayang dan Cinta Bagaimana membedakannya?

Seorang sahabat yang telah beristri menceritakan kisah cinta keduanya kepadaku, hal inilah yang merangsang jemariku untuk mulai menulis dan otakku terangsang untuk memberikan tanggapan. Aku tidak yakin kau telah jatuh cinta lagi, mungkin hanya sekedar kekaguman pada gadis sholehah itu, karena kau tidak menemukan kelebihannya pada istri kau... sehingga kau mulai jatuh suka, atau mungkin jatuh senang (belum sampai jatuh cinta), untuk membedakannya coba kau lihat perbedaannya.
Pertama tanya hatimu apakah?
  • Saat kau Menyukai seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri. 
  • Saat kauMenyayangi seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.  
  • Saat kau Mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu. 
Kedua bicaralah dengan jujur kepada dirimu sendiri
  • Saat kau Menyukai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, Bolehkah aku menciummu?".
  • Saat kau Menyayangi seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, "Bolehkah aku memelukmu?".
  • Saat kau Mencintai seseorang dan berada di sisinya maka kau hanya akan menggenggam erat tangannya.
Ketiga bagaimana sikapmu jika ia sedang berduka
  • SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis".
  • SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya dan memeluknya.
  • CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama".
Ke empat, bagaimana jika kau sedang melihatnya
  • SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Dia sangat cantik dan menawan".
  • SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
  • CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugrah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku".

Ke Lima, bagaimana jika ia menyakitimu?
  • Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
  • Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
  • Pada saat orang yang kau CINTA menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan".
Dan,
  • Pada saat kau SUKA padanya, kau akan Memaksanya untuk menyukaimu.
  • Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan membiarkannya memilih.
  • Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.
  • SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
  • SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
  • CINTA adalah hal yang memberi dengan keikhlasan
  • SUKA adalah hal yang menuntut
  • SAYANG adalah hal memberi dan menerima
  • CINTA adalah hal yang memberi dengan ikhlas
Karena CINTA bukan rangkaian kata-kata dan atau angka-angka, maka tidak ada rumus yang bisa menjabarkannya dan CINTA itu kadangkala tidak bisa di logikakan. So..... Nikmati dan jalani saja yang terbaik buat anda.