Wednesday, August 10, 2011

AKU

AKU


Ku lacuri prahara,

Ku dapati luka.
Namun ku rasa suka cita.
Ku gauli cemas,
Ku cumbui was-was.
Sampai aku lemas.
Sampai darahku panas.


Drahku......

Tak lagi biru.
Tak lagi merah


Tak lagi berwarna.



Lalu aku cumbui maut, dan.....
Aku dapati birahi, kepada sang mati.


Lalu.....
Ketika ku larutkan embun pada bara,
Ku temukan uap, yang menggeliat, 
Membuncah dalam tikaman langit.
Lalu, 


Aku diam.
Kulihat aku mati.
Tanpa ideologi, apalagi arti !!



Aku harus terus bergerak !!!
Biar limbung,! 

Biar gontai,! 
Biar lebai,! 

Biar lunglai ……….
Aku harus terus bergerak!!! 



Aku bukan petir, 
Yang melesat menghantam,
Yang memercik mambutakan.
Aku bukan pula bayu,
Yang menelisik masuk sampai keparu-paru.



Aku ini aku !!!.
Yang mengendarai petir,
Melesat dalam zikir. 
Aku ini hanya hamba
Yang meniti takdir